Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label nahdlatul ulama

Gus Hakim : NU Itu Menakutkan Tapi Tidak Menakut-nakuti

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Maron Purworejo Jawa Tengah KH. Abdul Hakim Hamid mengatakan bahwa Jamiyyah NU bisa tetap eksis sampai dengan saat ini tidak lepas dari barokah dan karomah para ulama sebagai muassis Jamiyyah Diniyyah ini. "Ditengah berbagai macam dinamika dan fitnah yang luar biasa saat ini, NU akan tinggal nama kalau tidak ada wasilah para ulama," kata Pria yang akrab disapa Gus Hakim saat mengisi materi Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (3/12). Sosok ramah yang pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Purworejo dua periode ini menambahkan bahwa berbagai macam persoalan baik eksternal maupun internal berhasil dilalui oleh Ormas terbesar didunia ini. Gus Hakim mencontohkan salah satu permasalahan internal yang dihadapi NU saat ini diantaranya adalah oknum yang berada didalam struktur kepengurusan NU yang memiliki niatan tidak untuk berkhidmah namun untuk keuntungan dan kepentingan tertentu. Oknum inilah yang menggerogoti dan ...

Kyai Menguak Keberkahan Air dan Tanah (Bag. 2)

Santrionline.net ~ Ramadhan kemarin, ketika saya diundang oleh Kick Andy, dibuatkan sebuah acara bertajuk ‘Dakwah Ramah’ dengan merangkul anak-anak jalanan. Perasaan saya dan istri serta beberapa penonton di ruangan itu, melihat tidak ada yang salah dengan pernyataan saya. Namun ada perasaan tidak enak di hati saya. Melihat yang sudah-sudah sekelas Ketua Umum PBNU saja (Kyai Said Aqil) dibully terus-terusan, tapi beliau bandel. Hingga saya pernah bertanya,  “Kyai kok tenang-tenang saja? ” Jawab Kyai Said enteng,  “Lha wong HP saya jadul.”  Jadi selama ini beliau tidak bermedsos seperti twitter, facebook ataupun lainnya. Giliran Gus Mus yang saya tanya,  “Abah tenang-tenang saja?”  Jawab Gus Mus,  “Lha iya, kita mikirnya Allah saja, kenapa mikir manusia?”  Beliau kalau ke saya sangat luwes. Saya juga pernah bertanya kepada Mbah Mun (KH. Maimoen Zubair), karena sekelas beliau ada saja yang menyerang. Namun jawab Mbah Mun, “Saya itu senang aja dikomentar...

Kyai Menguak Keberkahan Air dan Tanah (bag. 1)

Santrionline.net ~ Sewaktu awal saya mondok 6 tahun di Baitul Arqom al-Islami Ciparay Bandung, pada Kyai Ali Imron Faqih, adik iparnya Kyai Ilyas Ruhiyat. Setelah itu melanjutkan ke Kyai Mudzakir di Banyurip Pekalongan, murid dari Mbah Dimyathi Termas, saya dapat ijazah Dalail dari beliau. Anehnya oleh adik Kyai Mudzakir –sosok unik yang selama 40 tahun tidak pernah keluar kamar- saya diajarkan cara berdebat dan cara mempertahankan Ahlussunnah wal Jama’ah lewat surat yang ditulis sangat bagus oleh beliau, termasuk diajarkan mencintai para habaib. Dari Kyai Mudzakir lah saya dipertemukan dengan Habib Luthfi Bin Yahya, yang waktu itu masih muda, dan Habib Ali Alattas (guru Habib Luthfi) saat itu masih hidup. Habib Ali Alattas adalah habib sepuh di Pekalongan yang unik. Tidak bisa melihat tapi mampu mengajar kitab Syarah Bukhari, yang berarti beliau hafal kitab tersebut di luar kepala. Dari Habib Luthfi saya minta petunjuk, dan dijawab oleh beliau,  “Nanti setelah beres dari Kyai Mudz...

Kenapa Habib Luthfi Fanatik Kepada NU? Ini Jawabannya

Santrionline.net ~ Dulu saya sering duduk di rumahnya Kyai Abdul Fattah, untuk mengaji. Di situ ada seorang wali, namanya Kyai Irfan Kertijayan. Kyai Irfan adalah sosok yang nampak hapal keseluruhan kitab Ihya Ulumiddin, karena kecintaannya yang mendalam pada kitab tersebut. Setiap kali ketemu saya beliau pasti memandangi dan lalu menangis. Di situ ada Kyai Abdul Fattah dan Kyai Abdul Adzim. Lama-kelamaan akhirnya beliau bertanya, “Bib, saya mau bertanya. Cara dan gaya berpakaian Anda kok sukanya sarung putih, baju dan kopyah putih, persis guru saya.” “Siapa Kyai?” jawabku. “Habib Hasyim bin Umar,” Jawab Kyai Irfan. Saya mau ngaku cucunya tapi kok masih seperti ini, belum menjadi orang yang baik, batinku dalam hati. Mau mengingkari/berbohong tapi kenyataannya memang benar saya adalah cucunya Habib Hasyim. Akhirnya Kyai Abdul Adzim dan Kyai Abdul Fattah yang menjawab, “Lha beliau itu cucunya.” Lalu Kyai Irfan merangkul dan menciumiku sembari menangis hebat saking gembiranya. Kemudian...

Konfrensi PCNU Demak Terkait 5 Hari Sekolah

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi santrionline.net | Rabu, 26 Juli 2017 Demak, santrionline.net Lima hari sekolah yang digagas mentri pendidikan Muhajir Efendi akan menjadi salah satu bahasan utama materi konferensi Cabang NU Kabupaten Demak akhir pekan, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sidorejo kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Masalah ini diangkat dalam pembahasan konferensi karena diduga sangat merugikan umat. Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif usai rapat dengan panitia konferensi Selasa (25/7) di kantor PCNU Jalan Sultan Fattah Nomor 611 Demak mengatakan, berdasarkan masukan dari pengurus MWC dan para kiai NU diminta untuk bertindak tegas menolak dengan pernyataan sikap pada kebijakan lima (5) hari sekolah oleh menteri pendidikan Muhajir Efendi terlebih dengan pernyataan bupati Demak HM Natsir yang mendukung kebijakan mendikbud beberapa waktu lalu yang sempat...

KAMUS NU

Kamus NU. santrionline.net 1- PBNU ( Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat pusat, berkantor di Ibu kota Negara. 2. PWNU ( Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat provinsi berkantor di Ibu kota Provinsi. 3. PCNU ( Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat Kabupaten / Kota, berkantor di daerah Kabupaten atau Kota Madya (Kodya). 4. PCINU ( Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama ) untuk luar negeri, berkantor di Ibu kota Negara dimana di negara itu sudah dibentuk kepengurusan NU. 5. MWCNU ( Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat kecamatan. 6. PRNU ( Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat Desa. 7. PARNU ( Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama ) untuk tingkat Dukuhan / Lingkungan. 8. A’wan: Bagian dari syuriah yang bertugas membantu tugas rais, yang terdiri atas sejumlah ulama terpandang. A’wan adalah bentuk jamak dari ‘awn yang secara bahasa berarti bantuan. 9. Hadhratusy Syaikh: Sebutan kepada seorang ulama sebagai pengakua...

Pembekalan Pengurus Baru GP Ansor Surabaya

Pembekalan Pengurus Baru GP Ansor Surabaya, Ini Penguatan Visi-Misinya Santrionline - Surabaya Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Surabaya masa khidmat 2017 - 2021, mengadakan acara halal bi halal sekaligus pembekalan pengurus baru di kantor PCNU Kota Surabaya, Ahad malam (16/07/2017). HM.Faridz Afif, Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Terpilih menandaskan, pihaknya punya misi menghijaukan (meng-NU-kan) kota Surabaya dengan cara menguatkan kerukunan antar umat beragama, bersinergi dengan Pemkot dan jajarannya, perguruan-perguruan tinggi, dan pengurus-pengurus masjid-musholla, untuk menghadapi kelompok-kelompok yang mengusik NKRI, Pancasila, NU dan ketentraman keberagaman kota Surabaya. "Surabaya adalah kota mercusuar, ibukota propinsi Jawa Timur. Dan kita disini punya 31 PAC dan 150 Ranting. Ini adalah kekuatan yang besar. Kita solidkan internal organisasi. Empat tahun kedepan, kita hijaukan kota Surabaya dengan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah. Jangan ...

SELAMAT ULANG TAHUN KIAI KU

SELAMAT ULANG TAHUN KIAI KU. santrionline.net =>> Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil SirojKH Said Aqil Siroj. Tak kenal maka tak sayang. Barangkali peribahasa itu tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia akhir-akhir ini, dimana orang tak hanya tak kenal dan tak sayang, tetapi bahkan justru memfitnah, membenci dan memaki, dengan orang yang belum dikenalnya di media. Tak terkecuali, berbagai fitnah, berita palsu (hoax) dan makian yang dialamatkan kepada Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA, Ketua Umum Ormas Islam terbesar di dunia: Nahdlatul Ulama (NU). Untuk itu, tulisan ini sedikit mengupas profil beliau, sosok santri yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) itu dinobatkan oleh Republika sebagai Tokoh Perubahan Tahun 2012 karena kontribusinya dan komitmennya dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan aktif dalam perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. *** Ketika usia negara ini masih b...

Mengenang Almarhum KH Mahfudz Ridwan

O leh Aguk Irawan Mn Sepertinya belum kering betul pusara almarhum KH Mahmad Baidhawi (Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran) yang meninggal 22 Mei 2017 pukul 05.30 WIB itu. Kini, keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali berduka. Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang KH Mahfudz Ridwan meninggal dunia, Ahad 28 Mei 2017 pukul 14.45. Keduanya, selain sangat dihormati masyarakat, juga terpaut ikatan batin yang kuat dengan almarhum Gus Dur. Almarhum KH Mahmad Baidhawi sama seperti Gus Dur; salah satu cucu KH. Hasyim Asy’ari, sementara almarhum KH Mahfudz Ridwan adalah karib sejak kuliah di Baghadad dan sahabat setia Gus Dur. Keduanya punya cerita yang selalu enak didengar. Ketika saya hendak menulis biografi Gus Dur dan kisah asmaranya dengan Nyai Sinta. Pernah saya bertanya kepada Gus Mus kepada siapa kira-kira saya mendapatkan saksi, kisah-kasih itu, tak ragu, beliau langsung menunjuk pada almarhum KH Mahfudz Ridwan. Itulah awal mula saya berkenal...

KEBANGKITAN NU CARE-LAZISNU ADALAH KEBANGKITAN WARGA NAHDLIYYIN

Perintah zakat dalam Al-Qur’an disebutkan beriringan dengan perintah shalat. Dari 30 buah kata “zakat” yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebanyak 27 buah di antaranya (90%) ditemukan bergandengan dengan kata “shalat” . Inilah yang kemudian menjadi dasar bahwa kaum muslim harus benar-benar memperhatikan perihal zakat, sebagai praktik ibadah sosial yang mesti membudaya di Indonesia. Sebab, kini zakat hanya dipahami sebagaian umat muslim sebagai zakat fitrah saja. Zakat mal (zakat harta) belum dipahami sebagai potensi yang sangat besar bagi kesejahteraan-kemandirian masyarakat. Kapan umat muslim mesti memahami pentingnya zakat; mesti bangkit dengan zakat? Hal ini tergantung dengan umat muslim itu sendiri; hendak berubahkah? Dan, perubahan itu tidak boleh hanya menjadi jargon saja. Bukankah kita mafhum, Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum terkecuali orang itu ingin mengubah dirinya sendiri. Dalam hal ini, kita tidak ingin bermain jargon atau dalil saja. Tapi, bagaimana kita bisa...

Pemuda dari 23 Negara Asing "Ngaji" di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen

Kebumen, s antrionline Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama, GP Ansor menggelar "Global Intercultural Youth Exchange" (GIYE) 2017 sebagai sebuah upaya diplomasi ringan untuk meningkatkan persahabatan antarpemuda dan pelajar dunia. Global Intercultural Youth Exchange 2017 (Foto: Dok. GP. Ansor) Acara Global Intercultural Youth Exchange" (GIYE) 2017 diselenggarakan dari Kamis (18/5) hingga Minggu (21/5) di Jakarta hingga Jawa yang  melibatkan ratusan pelajar dan mahasiswa dari 23 negara. GIYE diselenggarakan untuk meningkatkan persahabatan antarpemuda dan pelajar dunia tanpa membedakan ras dan agama, melalui pengenalan khazanah kebudayaan," ujar Gus Yaqut C Qoumas dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis. Kegiatan yang diikuti oleh 23 negara diantaranya negara-negara di Asia Tenggara, ada juga negara-negara selain dari Asia Tenggara seperti dari Korsel, Iran, Afganistan, India, Gambia, Afrika Selatan, Yaman, Sudan,Tanzania, Rwanda, Ekuador, Sierra Leone, Belanda, P...

Rapat Terbatas Pengurus KMNU Unsri degan Pengurus PWNU Sumatra Selatan

Palembang - Santrionline Pengurus KMNU komisariat Universitas Sriwijaya berkunjung ke Sekeretariat PWNU Sumatra Selatan,Jl. Mayor Salim Batu Bara Kelurahan Sekip Jaya Kota Palembang pada 17 Mei 2017. Ketua PWNU SUM-SEL Amri Siregar menggelar rapat Terbatas degan Pegurus KMNU Universitas Sriwijaya untuk mengatasi permasalahan yang di alami KMNU komisariat Unsri tersebut. "Baru saja kita menyelesaikan rapat terbatas, rapat koordinasi yang langsung dipimpin Ustadz Amri Siregar selaku Ketua PWNU Sumatra Selatan. Tujuan dari rapat tadi adalah persiapan untuk mengidentifikasi dan mendapatkan masukan apa saja permasalahan yang di hadapi saat ini dalam upaya mengembangkan dakwah Aswaja ( Ahlussunah Wal Jamaah) di dunia kampus," kata Pajar Shidiq Ketua KMNU komisariat Unsri di Sekretariat PWNU Sumatra Selatan, Palembang, Rabu (17/05/2017). Pajar Shidiq selaku ketua KMNU komisariat Universitas Sriwijaya dan jajaran pegurus pun telah melakukan beberapa rapat kecil, term asuk isu yang ak...

CANGKIR SEMBILAN PWNU JATIM GELAR BINCANG HIZBUT TAHRIR UNDERCOVER

Cangkir Sembilan PWNU Jatim Gelar Bincang Hizbut Tahrir Undercover Santrionline - Surabaya Ramainya perbincangan di masyarakat tentang dibubarkannya ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Pemerintah, juga mendapat respon masyarakat di Jawa Timur. Aktivis-aktivis muda yang tergabung di badan-badan otonom PWNU Jawa Timur membuat forum diskusi bertajuk Cangkruk Pikir (Cangkir) Sembilan, dengan tema "Hizbut Tahrir Undercover - Membongkar Jaringan dan Strategi HTI Dibalik Jargon Khilafah", di kantor PWNU Jatim, pada Selasa malam (09/05/2017). Acara ini berisi perbincangan interaktif tentang kiprah HTI di tengah masyarakat selama ini, dengan narasumber antara lain, Pengamat Gerakan Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr.KH.Imam Ghozali Said MA, dan penulis buku "Membongkar Proyek Khilafah Ala HTI", Dr.Ainur Rofiq Al-Amin M.Ag. Pembicara pertama, Kiai Imam Ghozali Said secara umum menuturkan bagaimana sejarah awal Hizbut Tahrir (HT) berdasarkan bacaan beliau terhadap be...

IPNU-IPPNU Menjadi OKP Teladan Mandiri di Kabupaten Sumenep

Sumenep , santrionline  Keberadaan sebuah Organisasi di beberapa daerah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan daerahnya. Bisa dibilang organisasi menawarkan solusi kepada pemerintah daerah dalam pembinaan generasi mudanya. Seperti halnya yang dilakukan Oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep saat melaksanakan Latihan Kader Muda (Lakmud, red.) Wilayah Utara bertempat di PP. Nurul Hikmah Dasuk Sumenep, (Sabtu, 05/05/2017). Sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep dalam sambutannya beliau menuturkan tentang besarnya Peran dan Tanggung jawab kader IPNU-IPPNU Sumenep.  "IPNU-IPPNU Sumenep sampai saat ini tetap konsisten sebagai wadah kaderisasi dan Perjuangan putra-putri Nahdlatul Ulama dari berbagai tingkatan, pembinaan terhadap para pelajar terus dilakukan hingga ke setiap sekolah hingga pelosok desa di kabupaten sumenep". Ungkapnya. Selain itu sosok yang akrab  disapa Mas Fauzi ini ...

Gus Nabil Ketum Baru Pagar Nusa Periode 2017-2022

Kongres III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa yang dilaksanakan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (5/5). M Nabil Haroen terpilih sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2017-2022. Acara ini di hadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan KH. Said Agil Siradj Ketua Umum PBNU Acara Sidang Pleno dipimpin oleh H Andi Najmi Fuadi, Sekretaris Safruddin M Asaf, anggota Muhammad Natsir, Yaqob Muhammad, Salma Abdullah, dan Sugeng Riyadi. Sidang pemilihan Ketua Umum Pagar Nusa  yang dimulai sekitar jam 9 malam ini berlangsung dengan lancar tanpa ada interupsi dari peserta sidang. Kongres Ke-III Pagar Nusa ini berlangsung sejak Rabu (3/5). Nabil mengajak semua pengurus di berbagai daerah untuk bersama-sama memajukan Pagar Nusa. “Saya mengajak teman-teman di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi Maluku dan Papua untuk bersama-sama membangun dan membesarkan Pagar Nusa,” ajaknya diikuti tepuk tangan peserta kongres.Ia juga mengajak seluru...

Siti Musdah Mulia, Tokoh Islam Damai versi Majalah Madina

Siti Musdah Mulia (50 tahun) adalah juru bicara paling keras dari kaum perempuan yang tertindas di Indonesia, saat ini. Namanya terutama mulai ramai dikenal umum pada akhir 2004, ketika ia bersama timnya di Departemen Agama melahirkan Counter Legal Draft (CLD, atau naskah hukum tandingan), terhadap Kompilasi Hukum Islam (KHI). Draft itu menjadi sangat kontroversial karena ia menggugat KHI yang sejak 1991 merupakan referensi para hakim agama di Peradilan Agama, terutama dalam memutuskan perkara yang berhubungan dengan perkawainan. Banyak isi CLD yang tegas-tegas menggugat berbagai ketentuan dalam KHI yang selama ini seolah-olah sudah diterima sebagai kebenaran yang tak terbantahkan. Sejumlah muatan terpenting CLD adalah  pelarangan poligami, penaikan usia layak nikah bagi wanita dari 16 tahun menjadi 19 tahun, serta hak yang sama bagi pria dan wanita untuk menyatakan talak. Di bagian lain, CLD juga secara tegas mengharamkan perkawinan paksa, nikah siri dan nikah kontrak. icrp-online...