Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Profil Pesantren

PP Sunan Pandanaran Go Internasional

Yogyakarta, Santrionline Pondok Pessantren adalah Lembaga Pendidikan Islam yang diperkenalkan di Jawa sekitar 500 tahun yang lalu. Sejak saat itu, lembaga pesantren tersebut telah mengalami banyak perubahan dan banyak berbagai macam peran dalam masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, siapa yang tak kenal dengan salah satu Lembaga Pendidikan Islam ini, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran terletak di Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini. Pondok pesantren Modern yang di tempati oleh beribu santri dari berbagai daerah di Indonesia ini bisa dibilang "Sangat Membanggakan". Pasalnya, dari dulu hingga sekarang, Prestasi yang diraih santri dan pesantren ini tak pernah surut. Kwalitas serta Kwantitas Santri Pondok Pesantren ini sangat tinggi. Bagaimana tidak, setiap harinya di pesantren ini banyak berbagai macam ilmu pengetahuan baik itu Ilmu Pengetahuan Umum maupun Ilmu Pengetahuan Agama. Sehingga k...

Kelebihan Pendidikan Pesantren yang Tidak Dimiliki Lembaga Lain

Santrionline ~ Secara garis besar, pendidikan di Pesantren dapat di kelompokkan menjadi tiga bagian. Yaitu Ta’lim, Tarbiyah, dan Tabarruk.Ta’lim adalah proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, dan tanggung jawab kepada santri sampai hati seorang santri itu menjadi bersih dan suci dari segala kotoran sehingga siap untuk menerima limpahan hikmah dan mampu mempelajari sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. Tarbiyah adalah metode pendidikan untuk pengembangan jiwa seorang santri, lebih dikhususkan lagi untuk pengembangan jiwa seorang santri tahap demi tahap sampai sempurna. Seperti perkataan Imam Nawawy “Menjadikan sesuatu sampai pada kesempurnaannya sedikit demi sedikit” (Anwarut tanzil-). Sedangkan Tabarruk berasal dari kata al-Barakah. Arti al-Barakah adalah tambahan dan perkembangan dalam kebaikan (زيادة الخير). Barakah dalam harta adalah ketika bertambah banyak dan digunakan dalam ketaatan ke...

Keunikan Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten

Santrionline - Selalu ada saja kesan positif dari setiap lembaga, pembelajaran, metode, atau apapun yang ada di setiap pondok pesantren. Kali ini tentang pondok pesantren qothrotul falah lebak, podok pesantren yang sudah lama ini berdiri sejak tahun 1971 Masehi KH. Syatibi.Yang menarik dari pesantren sederhana ini adalah pada tradisi literasinya. Mungkin banyak pondok-pondok yanghebat dalam masalah yang berbeda, namun setiap pesantren pasti mempunyai kelebihan tersendiri yang mencirikan keunikan atau perbedaan dari psantren-pesantren lainnya.Literasi mempunyai peran sangat penting dalam mencerdaskan pendidikan bangsa.  Pesantren yang biasa di sebut QF ini adalah pesantren yang mempunyai lingkup cukup  luas dan patut diperhitungkan. Pelopor dari literasi ini di pimpin oleh KH.Nurul Huda ma’arif, salah satu guru sekaligus dzurriyath yang ada di pesantren ini.Pergaulannya yang cukup luas bisa membawa pesantren ini melesat cukup cepat menembus dunia literasi. Pesantren ini sudah m...

Dari Melepas Rindu, Diskusi hingga Ngaji bareng Masyayih

Kudus, Santrionline - Perhelatan Silaturahim Nasional dan Ngaji Bareng Masyayih yang diadakan Madrasah Taswiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (23/7) berlangsung gayeng. Sedikitnya 2000 alumni berkumpul bersama pendiridan kiai Madrasah TBS, memenuhi halaman madrasah  yang meluber sampai Jalan KHTuraikhan Adjuri Kudus.Para alumni yang hadir dari penjuru daerah Kudus, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Palembang, Bandung dan Surabaya tampak sangat antusias mengikuti acara perdana ini.Dengan memakai pakaian koko putih, sarungan, dan berpeci hitam, mereka tidak sekadar melepas kerinduan pada masa-masa sekolah bersama teman dan guru. Tetapi  juga bertukar pikiran menuangkan ide-ide segar melalui forum Focus Group Discusian (FGD) yang diadakan sore hari dengan bahasan penguatan nilai-nilai Aswaja, pemberdayaan ekonomi, jaringan alumni dan jaringan pengembangan media dakwah alumni.Malam harinya dilanjutkan mendengarkan mauidhah dan pencerahan dari sejarah perjalanan M...

Peletakkan Batu Pertama Pendirian Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang

Rembang, Santrionline - Di tengah menjamurnya hotel berbintang di  Kabupaten Rembang, KH Ahmad Kurdi membangun pondok pesantren di Desa Ngampo Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pada Kamis (21/7) merupakan peletakan batu pertama oleh sejumlah ulama diantaranya, KH Tamamuddin Munji, KH Abdul Rozak, dan KH Syarofudin.KH Ahmad Kurdi menjelaskan, jika pondok pesantrennya nanti akan menggunakan sistem pendidikan yang mengutamakan kemandirian para santri. Selain itu, akan membekali santri dengan berbagai keterampilan, yang berupa ilmu pertanian, peternakan, menjahit bagi para santriwati dan masihbanyak keterampilan yang dapat dipelajari untuk menciptakan kemandirian para santri."Nama pondok pesantren masih menjadi pemikiran kita, kemarin Mbah Musthofa memberikan nama Majlisul Musthofa. Dinilai kurang umum diubah lagi menjadi, Abnaulmusthofa. Pagi tadi,Kiai Musthofa mengirimkan surat melalui menantunya Wahyu Salfana namanya menjadi Muhibbul Musthofa,” kata KH Ah...

Lebihi Kapasitas, Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Alihkan Calon Santri

Padangpariaman, Santrionline - Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan terpaksa menolak hampir setengah dari calon santri yang mendaftarkan diri tahun ajaran 2016/2017 ini. Hingga jelang lebaran lalu sebanyak 300 calon santri mendaftarkan diri. Padahal kuota yang tersedia hanya 180 orang. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam Tuanku Sutan pada Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan dalam rangka 90 Tahun Syekh H Ali Imran Hasan Mengabdi Untuk Bangsa dan Negara di Pesantren Nurul Yaqin, Sabtu (9/7). Menurut Idarussalam,  Pesantren Nurul Yaqin terpaksa menolak calon santri karena tidak tertampung dari lokal belajar dan asrama. Hingga hari ini, lokal belajar dan asrama yang akan menampung santri tersebut masih dalam pengerjaan. Saat ini sedang dibangun beruangan 4 lokal ruang belajar. Sedangkan asrama masih sedang disiapkan. "Sebenarnya bagi Nurul Yaqin tidak dibenarkan menolak calon santri. Karena mereka yang ingin ...

Tutup Ngaji Pasaran, Santri Al-Karimiyah Diminta Jaga Akhlaq di Kampung Halaman

Subang, Santrionline -  Setelah lebih dari dua pecan mengikuti pengajian pasaran, para santri Pesantren Al-Karimiyah yang tergabung dalam Himpunan Santri Pesantren Al-Karimiyyah (Hispa) menutupnya dengan kegiatan Hispa Bershalawat dan buka puasa bersama di halaman pesantren setempat yang berlokasi di Kampung Pungangan, Desa Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jum'at (24/6). Dalam kegiatan itu para santri menampilkan tim hadrah dan membawakan lagu-lagu shalawat, saat tim hadrah tengah manggung, para santri lainnya yang ada di bawah panggung menjadi penonton serta mengibarkan bendera merah putih, NU dan juga Pagarnusa. Ketua Hispa Wisnu Nugraha mengatakan, kegiatan Hispa Bershalawat ini merupakan momentum perpisahan sementara, karena mulai esok pagi para santri yang berjumlah lebih dari 150 orang itu sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. "Besok mereka akan pulang, tapi setelah lebaran mereka ke sini lagi untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya," tambah ...

Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso Kediri

Letak Pondok Pesantren Al Falah, di desa Ploso kecamatan Mojo, Al falah di kelilingi sungai brantas yang paling terbesar di kediri, bangunan Pondok Pesantren Al falah didirikan pada pertengahan tahun 1924 oleh Al Mukharom KH.Dzajuli Usman , permulaan beliau memiliki santri sekitar 10 orang masih menggunakan metode kono (sorogan) dengan memanfaatkan serambi masjid, dengan semakin banyaknya santri yang menimba ilmu dari beliau akhirnya di bangunlah gedung madrasah di awal tahun 1925. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A. Djazuli membengkak menjadi 100 orang. Sebuah kenaiban pun, ia pakai sebagai tempat belajar. Cuma yang menjadi persoalan, seiring dengan semakin bertambahnya santri, fasilitas kenaiban tersebut tak bisa lama-lama ia pakai sebagai tempat belajar para santri. Aparat kantor kenaiban sering terganggu dengan aktifitas para santri. Untuk itu, pada tahun 1939 beliau segera membangun asrama santri yang sekarang bernama komplek A, sebuah asrama berlantai dua yang dilengka...

Pondok Pesantren HM Lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo Unit Haji Mahrus merupakan satu di antara beberapa pondok unit yang berada di bawah naungan pondok induk. Pondok unit ini terletak sekitar 100 meter sebelah timur pondok induk. Tepatnya pada tahun 1952 M. pondok ini didirikan oleh KH. Mahrus Aly, ketika itu kondisi stabilitas nasional sedang diganggu oleh kaum komunis. Awal-mulanya, sang pendiri KH. Mahrus Aly tidak bermaksud mendirikan pondok. Hanya secara kebetulan KH. Mahrus Aly diberi lahan oleh KH. Abdul Karim untuk membuat rumah sekaligus majelis taklim sebagai sarana mangajarkan atau membacakan kitab-kitab kepada para santri. Kemudian di sebelah utara dari majelis taklim dibuat sebuah kamar yang sangat sederhana berukuran lebar 2×4 m, sekedar sebuah tempat istirahat bagi santri yang sehari-harinya menjadi  khadim  beliau. Pada tahun 1958, santri yang bermukim bertambah menjadi 20 orang sehingga tempat yang disediakan tidak cukup menampungnya. Akhirnya beliau dengan para santri membuat tiga ...

Harlah Ke-29, Pesantren Al-Abror Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Lokal

Pamekasan, Santrionline ~ Memasuki umur ke-29, Pesantren Al-Abror terus bergerak melestarikan estetika budaya dengan etika agama. Untuk hal itu, pesantren di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan tersebut menggelar seminar pra-harlah ke-29 di Pendopo Budaya Rumah Dinas Wakil Bupati Pamekasan, Kamis (5/5), bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Alumni Al-Abror (Ikmal). Acara tersebut sengaja digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan harlah ke-29 Pesantren Al-Abror yang hendak diselenggarakan pada 21-31 Mei mendatang. Seminar yang mengusung tema 'Melestarikan Estetika Budaya dengan Etika Agama' itu menghadirkan tiga nara sumber berkompeten, Yakni Haikal Atiq Zamzami (Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim), Abdullah Muhdi (Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat IPNU) dan Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Kabupaten Pamekasan. Acara yang diikuti 250 peserta tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh pengasuh Pesantren Al-Abror KH. ...

Pengalaman Rihlah ke Ponpes Lirboyo

Oleh: Fadh Ahmad Arifan (Alumni Pascasarjana UIN Maliki Malang) Libur hari Paskah pada bulan Maret 2016, saya manfaatkan untuk rihlah ke kota Kediri. Menanti 8 tahun lamanya, akhirnya atas izin Allah swt, saya yang tak pernah nyantri ini dapat menjelajahi Pesantren salaf terbesar di Jawa timur. Tak seperti Ponpes Tebu ireng, Ponpes Darunnajah, Ponpes as-Salaam dan Ponpes Gontor yang bercorak modern, Ponpes Hidayatul Mubtadiien Lirboyo sama dengan Ponpes Sidogiri Pasuruan dan Ponpes al-Falah Ploso yang bercorak Salaf. Walaupun Salaf, Santri di Lirboyo punya keunggulan dalam ilmu tata bahasa Arab dan Hafalan kitab alfiyahnya.  Dr. Isyroqunnajah dosenku yang mengajar mata kuliah Qawaid fiqhiyyah, hafal isi kitab Alfiyah. Kini beliau sudah berkeluarga, istrinya penghafal Quran dan diamanahi menjadi ketua PCNU kota Malang. Ponpes Lirboyo sama dengan Ponpes Gontor, Ponpes Tebu ireng, Ponpes Sidogiri dan Pesantren Ngalah, punya penerbitan buku dan majalah. Santri tingkat aliyah didorong m...

Kang Said: Ada Empat Metode Pengajaran Yang Ada Di Dunia Pesantren

Kang Said mengatakan bahwa ada empat metode pengajaran yang ada di dunia pesantren. “Ada empat metode pengajaran di pesantren;  tiga hanya ada di pesantren, dan yang satu ada juga di luar pesantren,” kata Kang Said. Pertama adalah ta’lim (transfer ilmu). Kang Said menjelaskan bahwa metode ini ada di pesantren dan juga di luar pesantren. Bedanya kalau di pesantren proses transfer ilmu berlangsung sehari semalam, tetapi di luar pesantren hanya berlangsung setengah sampai satu hari. Kedua, tadris (mengamalkan ilmu). Untuk metode kedua ini, Kang said memberikan contoh bahwa santri yang terbiasa shalat dengan kiainya, mereka tidak perlu menghafalkan doa setelah shalat karena mereka sudah hafal dengan sendirinya. “Yang ketiga adalah ta’dib (disiplin). Lima menit sebelum kiai mengajar, santri sudah harus di tempat. Kalau seandainya mereka telat, mereka akan malu banget dan duduk di luar (pesantren),” jelas kiai asal Cirebon itu. Disiplin, sambung Kang Said, meliputi semua kegiatan belajar...

Inilah Daftar Keistimewaan Pesantren Menurut Pandangan Gus Mus

Santrionline - Jombang, Berbicara di hadapan ribuan peserta bedah buku  Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren,  KH Musthofa Bisri menyebutkan sejumlah keistimewaan pesantren yang tidak dimiliki lembaga lain. "Nilai dari pesantren dulu yang mengalami pergeseran adalah kesederhanaan," kata Gus Mus, sapaan akrabnya, Selasa (26/4). Bagi Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini, kesederhanaan para kiai yang akhirnya membuat mereka kaya dari dalam. "Karena kiai kaya adalah yang tidak butuh apa-apa," tegasnya. Lebih lanjut, Gus Mus mengemukakan sekalipun manusia memiliki 10 mobil, demikian juga rumah dalam jumlah banyak, tapi ketika masih merasa butuh, maka yang bersangkutan akan merasa kurang. "Carut -marut kondisi bangsa ini lantaran para pemimpin hingga rakyatnya hidup secara berlebihan," ungkap Gus Mus.  Dan pesantren pada jaman dulu lewat keteladanan kiainya telah mengajarkan kesederhanaan sehingga merasa cukup dengan apa yang dimiliki, la...

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Tradisi peuphon kitab (memulai kitab) menjadi salah satu bukti penghormatan santri terhadap ilmu dan pemiliknya. Kebiasaan ini dilakukan di hampir seluruh dayah atau pesantren tradisional di Aceh. Seperti yang berlangsung di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh. <> Santri kelas III Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, menggelar kegiatan tersebut bersama Abi Zahrul Mubarrak, putra Abu MUDI Mesra Samalanga. Peuphon kitab dimulai dengan pemberian hadiah bacaan surat al-Fatihah untuk pengarang kitab.  Kitab pertama yang dimulai dalam tradisi rutin yang bertujuan mengharap keberkahan (tabaruk) kali ini adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Al Malibari, Syarh Waraqat karya Syekh Jalal al-Mahalli yang merupakan uraian dari kitab ushul fiqih karangan Imam Haramain, dan Kitab Nazam Sulam Munauraq karya Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari. Dalam siaran pers yang diterima NU Online, Abi Zahrul memperkenalkan kitab tersebut satu persatu kepad...

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan

Santrionline - Tuban,    Hari kedua di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Tim Ekspedisi Islam Nusantara sowan ke Pondok Pesantren Langitan. Tim diterima lurah pesantren, Mustaqim, kemudian diantar ke sebuah ruangan. Di situ telah menunggu salah seorang kiai di pondok pesantren tersebut, KH Adib Rohman.  Pada bincang-bincang dengan Tim Ekpedisi Islam Nusantara, kiai yang akrab disapa Gus Adib, tersebut menjelaskan bahwa pendiri NU Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari pernah nyantri di Langitan.  “Ngaji Alfiyahnya dan khatamnya di sini. Beliau merupakan adik kelasnya Syaikhonan Kholil Bangkalan di sini,” terangnya Ahad (10/4).  Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, menghabiskan 3 tahun di pondok pesantren tersebut pada akhir tahun 1900-an. Ia sempat berteman selama 6 bulan dengan Syaikhona di pesantren tersebut. Karena penasaran akan ilmu Syaikhona, Kiai Hasyim di lain waktu berguru ke Bangkalan.  Menurut Gus Adib, Kiai Hasyim tinggal di kamar nomor 9 di asrama Al-Maliki. Kamar...

Mengagumkan, Membaca Ini Orang Tak Akan Lagi Meremehkan Orang Pesantren

PENDIDIKAN PESANTREN Santrionline - Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah). Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH. Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang. Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo. Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 t...