Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label PBNU

Melihat Kesederhanaan Kiai NU Bahas Permasalahan Bangsa

Dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama , forum permusyawaratan tertinggi disebut dengan muktamar yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Forum lain yang sangat penting adalah musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang diselenggarakan minimal selama dua kali dalam satu periode kepengurusan. Dua forum ini biasanya mendapat perhatian publik karena biasanya terdapat keputusan atau rekomendasi penting yang menyangkut sikap NU terhadap sebuah persoalan bangsa atau pandangan NU dalam sebuah permasalahan keagamaan.  Dalam acara ini munas ini berisikan pembahasan masalah-masalah kebangsaan yang dilihat dari perspektif keagaman atau persoalan-persoalan keagamaan kekinian yang belum  terpecahkan yang terbagi dalam tiga forum bahtsul masail waqi’iyah (membahas kasus-kasus aktual), maudluiyah (membahas isu-isu tematik), dan qanuniyah (membahas masalah yang berkaitan dengan perundang-undangan). Persidangan Munas dan Konbes NU mulai berjalan pada Jum'at (24...

Pemerintah Arab Saudi Gandeng NU Kembangkan Islam Moderat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bersama Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Usamah bin Muhammad mengadakan pertemuan, Selasa (14/11) di rumah Dinas Kedubes Arab Saudi Jakarta. Komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mengembangkan Islam moderat ditindaklanjuti oleh Usamah dengan menggandeng Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan Islam moderat dapat dimulai dengan menghormati dan memberikan jaminan Kebebasan bermadzhab kepada seluruh umat Islam dunia yang melaksanakan haji dan umrah di tanah haram. Kepada Kiai Said, Usamah bin Muhammad menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saud dalam mengembangkan Islam moderat.  "Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita bekerja sama mengembangkan Islam moderat," kata Usamah. Sementara itu, Kiai Said mengatakan kepada Dubes Arab Saudi bahwa dirinya tidak mempersoalkan Pemerintah Arab Saudi. “Yang saya tentang selama ini Wahabi alumni Ar...

Kyai Menguak Keberkahan Air dan Tanah (Bag. 3/Habis)

Santrionline.net ~ Delapan tahun saya dekat dengan Gus Dur. Saya punya rekaman 95 menit dengan Gus Dur, dan itu tidak dimiliki oleh yang lain. Saat itu tiba-tiba Gus Dur minta dibawakan tim media saya. Gus Dur hanya memakai celana pendek sambil tiduran di ruang tamu minta direkam.  “Pak sudah siap,”  kata saya. “Ya sudah,”  jawab Gus Dur. “Mohon Bapak pakai sarung,”  protesku karena tak pantaslah Gus Dur sebagai narasumber hanya memakai celana pendek. Kata Gus Dur,  “Lhoh, kan sumber utamanya Anda. Anda yang harus rapih. Saya hanya mendampingi.” Akhirnya saya minta Mas Munif, menantunya Mbah Abdul Jalil Mustaqim, untuk mengambilkan sarung. Lalu sarung itu diberikan ke Gus Dur dan hanya ditutupkan di atas celana. 90 menit tiba-tiba Gus Dur cerita soal kuliah dan belajar beliau. Gus Dur itu sosok pendendam yang baik. Dulu pernah saya di pesawat bersama Gus Dur, saya ijin,  “Mohon maaf, Nurcholis Majid mau ke rumah saya di Jatiwangi.” “Iya, dia mau jadi presid...

Kyai Menguak Keberkahan Air dan Tanah (Bag. 2)

Santrionline.net ~ Ramadhan kemarin, ketika saya diundang oleh Kick Andy, dibuatkan sebuah acara bertajuk ‘Dakwah Ramah’ dengan merangkul anak-anak jalanan. Perasaan saya dan istri serta beberapa penonton di ruangan itu, melihat tidak ada yang salah dengan pernyataan saya. Namun ada perasaan tidak enak di hati saya. Melihat yang sudah-sudah sekelas Ketua Umum PBNU saja (Kyai Said Aqil) dibully terus-terusan, tapi beliau bandel. Hingga saya pernah bertanya,  “Kyai kok tenang-tenang saja? ” Jawab Kyai Said enteng,  “Lha wong HP saya jadul.”  Jadi selama ini beliau tidak bermedsos seperti twitter, facebook ataupun lainnya. Giliran Gus Mus yang saya tanya,  “Abah tenang-tenang saja?”  Jawab Gus Mus,  “Lha iya, kita mikirnya Allah saja, kenapa mikir manusia?”  Beliau kalau ke saya sangat luwes. Saya juga pernah bertanya kepada Mbah Mun (KH. Maimoen Zubair), karena sekelas beliau ada saja yang menyerang. Namun jawab Mbah Mun, “Saya itu senang aja dikomentar...

Disebut Dapat Pembiayaan 1,5 Triliun, Ini Klarifikasi PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pemberitaan yang dirilis tribunnews.com dengan judul ‘Kementerian Keuangan Salurkan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun ke PBNU’, 24 Februari 2017 yang lalu sebagai bentuk framing negatif media kepada NU. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ishfah Abidal Aziz mengatakan, judul berita tersebut tak sesuai dengan realita yang terjadi. Menurutnya kerjasama Kementerian Keuangan terkait program itu dengan nominal mencapai Rp 1,5 Triliun tersebut tak hanya dilakukan bersama PBNU, namun juga dengan ormas lain. “Judul berita tersebut sesat dan menyesatkan, karena tidak sesuai dengan isi berita dan juga tidak sesuai dengan realitasnya,” katanya dilaman facebook pribadinya, Sabtu 15 Juli 2017. Mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia DI Yogyakarta ini menilai, berita tersebut dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk membangun kesan negatif terhadap NU. Mereka dengan sengaja memviralkan berita itu di media sosial dengan tujuan merusak citra organis...

Indonesia Berduka, Mustasyar PBNU KH Chasbullah Badawi Tutup Usia

Jakarta,  Santrionline Belum genap sepuluh hari warga NU ditinggal wafat Mustasyar PBNU KH Mahfudz Ridwan, tadi malam kabar duka kembali datang dari Pondok Pesantren al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Salah seorang Mustasyar PBNU yang juga pengasuh pesantren setempat, KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Kiai Chasbullah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Geryati Purwokerto, Jawa Tengah. Berita tetang meninggalnya ulama NU ini menyebar di grup-grup Whatsapp dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Salah satu tokoh NU Ahmad Tohari mengenang Kiai Chasbullah sebagai pribadi yang baik dan disegani masyarakat. Ia menyebut Kiai Chasbullah sebagai orang yang “ahli husnudhan”, suka berprasangka positif. “Sama siapa saja pikirannya dan pandangannya baik. Ini yang menyebabkan dihormati siapa saja dan menjadi modal untuk menguatkan solidaritas. Gus Dur saja menghormati beliau,” tutur sastrawan ini melalui surat elektreonik, ...

KEBANGKITAN NU CARE-LAZISNU ADALAH KEBANGKITAN WARGA NAHDLIYYIN

Perintah zakat dalam Al-Qur’an disebutkan beriringan dengan perintah shalat. Dari 30 buah kata “zakat” yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebanyak 27 buah di antaranya (90%) ditemukan bergandengan dengan kata “shalat” . Inilah yang kemudian menjadi dasar bahwa kaum muslim harus benar-benar memperhatikan perihal zakat, sebagai praktik ibadah sosial yang mesti membudaya di Indonesia. Sebab, kini zakat hanya dipahami sebagaian umat muslim sebagai zakat fitrah saja. Zakat mal (zakat harta) belum dipahami sebagai potensi yang sangat besar bagi kesejahteraan-kemandirian masyarakat. Kapan umat muslim mesti memahami pentingnya zakat; mesti bangkit dengan zakat? Hal ini tergantung dengan umat muslim itu sendiri; hendak berubahkah? Dan, perubahan itu tidak boleh hanya menjadi jargon saja. Bukankah kita mafhum, Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum terkecuali orang itu ingin mengubah dirinya sendiri. Dalam hal ini, kita tidak ingin bermain jargon atau dalil saja. Tapi, bagaimana kita bisa...

“Terorisme: Kekerasan yang Mencederai Kemanusiaan”

Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, kita dikejutkan dengan bom di Manchester Inggris, serangan teroris di kota Marawi Mindanao Filipina pada Selasa 23 Mei 2017 serta yang terbaru, ledakan bom di Kampung Melayu, pada Rabu 24 Mei 2017 menunjukkan bahwa radikalisme atas nama agama sungguh sangat memprihatinkan kita semua. Rangkaian peristiwa itu memiliki pesan bahwa masih saja ada pemahaman yang berkembang di masyarakat dan kalangan umat beragama bahwa cara-cara seperti bom bunuh diri itu diperbolehkan sebagai bagian dari perjuangan atas nama agama. Tentu saja hal ini merupakan kesesatan pemahaman dalam beragama. Agama sama sekali tidak membenarkan cara-cara kekerasan seperti itu.  Oleh karena itu, menyaksikan dan mencermati rangkaian peristiwa di atas, khususnya peristiwa bom di Kampung Melayu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menegaskan: 1. Mengutuk keras dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme, apapun motifnya. Bahwa segala bentuk tindakan kekerasan...

Rapat Terbatas Pengurus KMNU Unsri degan Pengurus PWNU Sumatra Selatan

Palembang - Santrionline Pengurus KMNU komisariat Universitas Sriwijaya berkunjung ke Sekeretariat PWNU Sumatra Selatan,Jl. Mayor Salim Batu Bara Kelurahan Sekip Jaya Kota Palembang pada 17 Mei 2017. Ketua PWNU SUM-SEL Amri Siregar menggelar rapat Terbatas degan Pegurus KMNU Universitas Sriwijaya untuk mengatasi permasalahan yang di alami KMNU komisariat Unsri tersebut. "Baru saja kita menyelesaikan rapat terbatas, rapat koordinasi yang langsung dipimpin Ustadz Amri Siregar selaku Ketua PWNU Sumatra Selatan. Tujuan dari rapat tadi adalah persiapan untuk mengidentifikasi dan mendapatkan masukan apa saja permasalahan yang di hadapi saat ini dalam upaya mengembangkan dakwah Aswaja ( Ahlussunah Wal Jamaah) di dunia kampus," kata Pajar Shidiq Ketua KMNU komisariat Unsri di Sekretariat PWNU Sumatra Selatan, Palembang, Rabu (17/05/2017). Pajar Shidiq selaku ketua KMNU komisariat Universitas Sriwijaya dan jajaran pegurus pun telah melakukan beberapa rapat kecil, term asuk isu yang ak...

Wasekjen PBNU Kenakan Sarung saat Jalani Sidang Doktoral di UI

Jakarta, SANTRIONLINE Pemandangan tidak biasa terlihat ketika Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU H Ulil Abshar melaksanakan Sidang Terbuka Doktoralnya di Universitas Indonesia (UI), Senin (9/1). Ia mengenakan sarung dipadu dengan peci dan jas ketika memaparkan isi disertasinya di hadapan para penguji di sebuah mimbar. Sarung dan peci bagi warga NU memang sudah terbiasa sebagai identitas kultural yang telah mengglobal. Menjadi sesuatu yang tidak biasa karena selama ini ritual sakral penganugerahan Doktor di UI memakai setelan formal seperti dasi, jas, kemeja, dan celana panjang. Ulil yang juga aktif mengasuh Rubrik Keislaman di NU Online ini ingin meneguhkan identitas kultural Islam Indonesia saat penganugerahan gelar Doktornya. Baginya, praktik peneguhan identitas budaya tersebut sesuai dengan semangat pengembangan keilmuan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Dibawah Promotor Dr Muhammad Luthfi, Kopromotor I Prof Dr Sapardi Djoko Damono, dan Kopromotor II Dr Tommy Chri...