Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah

KISAH UMAR BIN KHATTAB DAN SUNGAI NIL

Kisah Umar Bin Khattab Dan Sungai Nil santrionline.net    Suatu hari, rakyat Mesir mendatangi Amr bin Al-Ash yang saat itu menjabat sebagai Amir (gubernur) di sana. Mereka mengadu, “Wahai Amir, sungguh Sungai Nil kita ini punya musim yang ia tidak mau mengalirkan air kecuali pada musim itu saja.” Amr bertanya, “Musim apa itu?” Mereka menjawab, “Setiap tanggal 12 pada bulan Paoni (nama salah satu bulan yang dipakai warga Mesir Qibty saat itu). Maka kami selalu mencari seorang gadis untuk dijadikan tumbal. Kami merayu kedua orang tua gadis tersebut agar mereka bersedia mengorbankan putrinya. Kemudian kami mendandani gadis itu dengan berbagai perhiasan dan pakaian yang indah. Kemudian kami menceburkannya ke dalam Sungai Nil ini.” Amr bin Al-Ash menjawab, “Sungguh perkara ini tidak termasuk bagian dari Islam. Islam telah menghapus segala sesuatu sebelumnya.” Akhirnya mereka melewati bulan Paoni, Epip dan Mesori –nama-nama bulan...

Kisah Menakjubkan KH. Khoiron Syuaib: Kiainya PSK

Akrab dengan dunia prostitusi, bukan berarti terlibat dalam dunia hitam ini, melainkan pada upaya mengentaskan penghuninya dan membimbingnya ke jalan yang benar. Di salah satu lokalisasi di Surabaya, sosok dai ini mengambil jalan moderat, tidak frontal. Di sana, ia melakukan pencerahan, tanpa cacian, tanpa pentungan. Berhasil. Kiai Khoiron sudah populer sebagai kiainya para pelacur di Surabaya. Nama lengkapnya KH. Khoiron Syuaib. Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Semenjak belia, ia telah "akrab" dengan kawasan merah. Sebab, ayahnya adalah salah satu pemilik warung dan guru ngaji di Dupak Bangunsari, kawasan lokalisasi legendaris yang berdiri sejak zaman penjajahan. Selepas mondok dan kuliah, ia harus melanjutkan tongkat estafet ayahnya. Saat itu, pertengahan 1980-an, ada sekitar 3500 WTS. Pada 2011, hanya tinggal sepuluh persennya saja. Saat ini malah hanya puluhan WTS yang tinggal di lokalisasi ini, itupun sudah menjelang mas...

Terbunuhnya Sayyidina Ali Oleh Ibnu Muljam, Peristiwa Ramadhan yang tak Terlupakan

Terbunuhnya Sayyidina Ali Oleh Ibnu Muljam, Peristiwa 7 Ramadhan yang tak Terlupakan   Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Teriakan itu menggema ketika Abdurrahman bin Muljam Al Murodi menebas leher sahabat Ali bin Abi Thalib, karomallahu wajhah. Subuh 7 Ramadhan itu duka menyelimuti hati kaum muslimin. Nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rasululah SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang saudara sesama muslim. Ali terbunuh atas nama hukum Allah dan demi surga yang entah kelak akan menjadi milik siapa. Tidak berhenti sampai di sana, saat melakukan aksinya Ibnu Muljam juga tidak berhenti merapal Surat Al Baqarah ayat 207: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ ...

Asy'ab: Termakan Oleh Ketamakannya Sendiri

Oleh: A. Mustofa Bisri Asy’ab adalah salah seorang tokoh lucu dalam legenda Arab. Di samping lucu, Asy’ab juga dikenal sangat tamak. Saking tamaknya, bila membicarakan orang yang tamak, orang Arab mengatakan: “Athma’ min Asy’ab!”, “Dia lebih tamak daripada Asy’ab.” Begitu tamaknya si Asy’ab ini, hingga setiap kali ada orang merogok kantong, dia selalu berharap orang tersebut akan memberinya uang; setiap kali ada orang meninggal, dia selalu mengusut kalau-kalau dia mendapat wasiat dari almarhum. Suatu hari, secara iseng, Asy’ab memberitahu rekan-rekannya bahwa dia diminta pak Fulan mengundang mereka semua besok malam, untuk hadir dalam pesta besar yang akan diselenggarakan di rumah beliau. Syahdan; pada besok malamnya ketika Asy’ab tidak menjumpai seorang pun dari rekan-rekannya, dia pun curiga. “Jangan-jangan,” katanya dalam hati, “Pak Fulan benar-benar mengadakan pesta besar.” Berpikir demikian, Asy’ab pun segera menuju ke rumah pak Fulan. Dan ternyata di rumah pak Fulan memang tidak...