Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label anti hoax

MATAN IPB Adakan Seminar Y-NETIZEN

Bogor, santrionline Sebagai Generasi Y atau generasi milenium yang banyak menggunakan teknologi instan seperti email, dan lain-lain. Semua informasi menjadi sangat cepat berkembang di kalangan ini, terlebih ketika sebutan "Netizen" mulai populer dewasa ini. maka kita diharapkan untuk cerdas dalam menyikapi maraknya informasi palsu atau hoax yang saat ini banyak beredar di media sosial. Apalagi, informasi dalam bentuk berita tersebut cenderung cenderung menyudutkan salah satu pihak dan berbau provokatif. Pesatnya arus informasi dan kemudahan akses teknologi informasi membuat masyarakat dengan mudah, mencari, membuat dan menerima informasi yang belum tentu kekebenarannya tanpa menyaring dari mana sumber informasi tersebut. Kemudahan akses informasi ini juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk penyebaran informasi yang tidak benar bahkan bermuatan hal-hal yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.  Bagaimana spiritualisme dapat menjadi solusi dalam penangg...

Himbauan Kepada Santri di Nusantara

santrionline.net Kepada seluruh Santri di Nusantara Tercinta_ Jika kalian sekalian bertemu tulisan begini : " NKRI tidak SAH, Indonesia negara Thogut, tegakkan syariat islam, khilafah adalah solusi dll " Maka jawablah dengan ini : “Anda ini telah berzina sekian lama. Anak-anak dan istri Anda itu haram dan tidak sah sebagai keluarga Anda. Karena Anda menikah di Indonesia dan disahkan oleh pemerintah Indonesia. Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yang telah menikah, sesungguhnya berzina. “ “Lalu, semua transaksi keuangan Anda itu haram semua. Jual beli Anda dengan siapapun di negeri ini tidak sah hukumnya. Karena Anda memakai rupiah, sedangkan rupiah bergambar Garuda Pancasila dan dibuat oleh pemerintah RI. Anda juga haram jadi penduduk negeri ini. Sebab KTP Anda bergambar Garuda Pancasila dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. “ “Jangan hanya bicara, kalau memang menolak Indonesia dan ...

Aktivis Cyber Aswaja Satukan Visi Perangi Hoax di Medsos

Semarang, Santrionline Aktivis cyber Aswaja Kota Semarang berkumpul di auditorium perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12). Mereka menyayangkan pelbagai kekerasan di dunia sosial dan konten hoax. Mereka membahas bagaimana menyikapi hal tersebut yang merebak di dunia maya. Mereka dengan pertemuan kali ini akhirnya membuat kesepakatan untuk mengimbangi peredaran situs penyebar hoax dengan konten-konten yang menyejukkan. Agus Fathuddin Yusuf memberikan pengantar bahwa, sekarang kita sudah bisa membuat media sendiri. Kita bisa memproduksi berita, fotografi, bahkan pemilik media itu sendiri. Ia mengajak peserta untuk melihat media sosial sekarang ini. Dari sini kita dengan mudah menyebarkan berita yang kadang abai terhadap proses verifikasi, cek dan ricek serta keberimbangan. Pembicara lain Hasan Habibie yang mewakili Pustekkom Kemendikbud mendorong pada peserta workshop untuk memperbanyak konten yang menyejukkan dan Islam rahmatan lil alamin. Semangat pemuda ini harus te...

Yai Said Agar Tak Menyesal, Bertabayunlah Bila Terima Informasi

Jakarta, Santrionline Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku prihatin dengan maraknya berita palsu, fitnah, dan provokasi permusuhan khususnya melalui media sosial. Ia mengimbau seluruh pengguna internet untuk berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang masuk. Ia menyinggung soal konflik di Timur Tengah, terutama di Suriah, belakangan ini. Dengan memutarbalikkan fakta, para penyebar berita palsu hendak membawa ketegangan di sana ke Indonesia lewat sentiment aliran agama. Guru besar ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel ini lalu mengutip Surat al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan kaum mukmin untuk memeriksa dengan teliti (tabayun) berita yang datang dari orang fasik. “Supaya apa? Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” tambahnya meneruskan terjemahan potongan ayat, Senin (2/1), di Jakarta. Kang Said, demikian ia biasa dipanggil, berpendapat bahwa konflik di Timur Tengah adalah dampak...

Suka Sebar Hoax Tanda Ketidakmampuan Mengawal Firman Allah

Bandar Lampung, Santrionline Siapapun umat Islam yang suka memproduksi dan menyebar berita bohong atau hoax menunjukkan dirinya gagal mengawal Firman Allah. Pernyataan itu ditegaskan aktivis Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto di Bandar Lampung, Rabu (4/1). "Kenapa demikian? Karena Al-Qur’an sebagai pegangan dengan tegas telah menjelaskan bagaimana umat Islam untuk menghindari fitnah hingga selektif menerima informasi," paparnya. Beberapa penegasan berkaitan dengan hal tersebut, ujar dia menambahkan, ditegaskan dalam QS. Al-Anfal: 25. Waattaquu fitnatan laa tushiibannal-ladziina zhalamuu minkum khaash-shatan waa'lamuu annallaha syadiidul 'iqaab. Artinya: Dan takutlah kalian terhadap fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah, bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. Gatot menambahkan, penegasan lain ada pada QS. Al-Hujurat: 6. Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabai-yanuu an tushiibuu ...

TAK WARAS Sebarkan Hoax Berdasar Kebencian Maupun Kecintaan

Solo, Santrionline Segala sesuatu yang berlebihan, seringkali mengarah kepada hal yang tidak baik. Begitu pula ketika seseorang terlalu berlebihan dalam membenci maupun mencintai satu hal, seringkali akan membuatnya bertindak secara berlebihan, dengan tanpa dasar. Termasuk dalam kategori di atas, yakni perilaku menyebar berita bohong atau yang populer dengan sebutan hoax, dimana berita bohong tersebut dibuat berdasarkan pada kecintaan maupun kebencian yang berlebih. “Menyebarkan berita hoax berdasarkan kebencian maupun kecintaan, sama-sama tidak waras. Mestinya ada tabayyun atau klarifikasi dahulu, sebelum membagikan berita,” terang Koordinator Ansor Media Regional Jawa Tengah, Solahudin Aly, pada seminar Bedah Iklan Anti-Hoax di ISI Surakarta, Kamis (5/1). Menurut Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng tersebut, berita bohong sebetulnya sudah ada sejak zaman dahulu. “Bahkan dalam ranah hadits juga dikenal adanya hadits palsu,” ungkapnya. Selain Solahudin, dalam kesempatan tersebu...