Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hikmah

Doa Agar Diberikan Kekuatan Hati Untuk Mencintai Allah dan Rasulullah

lah wahai para perindu, sebab orang yang sedang dilanda asmara rindu, mereka akan senantiasa merindukan pertemuan dan perjumpaan dengan sosok yang dirindukannya, mereka akan selalu mengingat dan menyebut nama yang dirindukan, kerinduan yang memuncak atas kecintaan yang begitu mendalam. Pernahkah gejolak ini kita rasakan? Ketahuilah, jauh sebelum kita lahir, jauh ribuan tahun lalu sebelum kita hadir di dunia ini, ada sosok manusia insan paling mulia di seluruh jagat raya yang sudah begitu sangat merindukan kita. Sampai-sampai air matanya pun menetes dan menangis karena merindukan kita semua. Dialah Sayyidina Muhammad Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam. Sosok yang semestinya paling kita rindu-rindukan. Insya Allah kita termasuk salah satu umat yang dirindukan Rasulullah dan kita pun senantiasa merindukan Rasulullah. Rasulullah merindukan kita sebelum kita merindukan Rasulullah. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam bersabda dala...

Muhasabah Kebangsaan, Berbeda Tapi Tetap Bahagia

Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) pernah bercerita, suatu saat abah beliau (KH. Bisri Musthofa) didatangi oleh seorang China non muslim yang sedang berduka karena ayahnya meninggal. China tersebut minta kyai Bisri untuk mensholati jenazah dari china non muslim tersebut. Demi menghormati ketulusan dari tetangga china yang sedang berduka, kyai Bisri memenuhi permohanan tersebut. Beliau mengajak beberapa santri untuk melakukan shalat Ashar di rumah china tersebut dengan meletakkan jenazah di belakang shof para santri. Meski agak heran melihat cara shalat jenazah yang dilakukan oleh mbah Bisri, namun keluarga jenazah merasa puas dan bahagia atas apa yang dilakukan mbah Bisri. Mereka merasa tentram karena orang tuanya telah didoakan oleh ulama yang menjadi panutan masyarakat sekitar. Kisah lain menyebutkan, sebelum wafat Romo Yatno, seorang pastur dari Yogya yang meninggal beberapa hari yang lalu, berpesan agar mewujudkan pembangunan masjid di daerah Kedungombo. Pesan ini disampaikan romo Yatno ...

Mengenal Tradisi Ulama yang Sesungguhnya

Oleh Nurhasanah Munir Jika pada zaman dahulu khazanah Islam dipenuhi oleh beragam karya dari para sahabat, khalifah, dan para tabi’in, maka 'greget' dan semangat belajar terus dikobarkan pada zaman khalifah Utsman bin Affan yang menginstruksikan pembukuan Al-Quran al-Karim, kemudian sayyiduna 'Ali ibn Abi Thalib karamallahu wajhah, yang mana beliau juga menuliskan karyanya sendiri berujudul Nahju al- Balaghah yang berisi prosa. Dilanjutkan kembali dengan menunjukkan kepada sahabatnya Abu Aswad Al-Duwali untuk menulis tentang ilmu turunan bahasa Arab seperti ilmu nahwu dan sharaf. Begitu juga dengan para sahabat-sahabat lain yang terbiasa menuliskan riwayat-riwayat hadits pada zaman itu. Sehingga karya-karya tersebut bisa sangat bermanfaat bagi dunia literasi Islam pada khususnya. Telah hadir di tengah-tengah masyarakat Islam tentang ilmu-ilmu dari berbagai macam bidang, seperti: ushul fiqih, fiqih, sastra, sains, filsafat, tasawuf, logika, kalam, matematika, seni dan lain-l...

Kisah Mbah Kholil Bangkalan dan Kuda dari Bima

Siapa yang tidak kenal dengan sang maha guru para kiai nusantara ini? Beliau adalah al-‘alim al-‘allamah KH.Muhammad Kholil bin Abdul Lathif atau lebih dikenal dengan sebutan Syaikhona Kholil.  Beliau adalah guru dari Hadlratus Syaikh KH.Hasyim Asy’ari Tebuireng-Jombang, KH.Abdul Karim Lirboyo-Kediri, KH.Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas-Jombang, KH.Bisyri Syansuri Denanyar-Jombang, KH.As’ad Syamsul Arifin Asembagus-Situbondo, KH.Ma’shum Lasem-Rembang, KH.Munawwir Krapyak-Yogyakarta dan sejumlah ulama besar lainnya. Di tangan Mbah Kholil Bangkalan, lahir para tokoh ulama dan pejuang bangsa. Menurut cerita Habib Luthfi bin Yahya, beliau bersama Habib Hasyim bin Yahya Pekalongan adalah dua tokoh penting yang memiliki andil dan jasa besar berdirinya ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu akhlak terpuji yang tampak pada pribadi Syaikhona Kholil adalah menghormati dan memuliakan gurunya. Tidak hanya kepada gurunya secara langsung beliau memuliakan, tapi belia...

Menggendong Nabi Khidzir

Hujan turun dengan begitu deras di Kabupaten Bangkalan saat itu, khususnya di Demangan, pondok pesantren asuhan Syaikhona Kholil al-Bangkalani. Meski hujan mengguyur dengan derasnya, ada saja orang yang bertamu kepada beliau. Terlihat di antara rerintik hujan yang semakin deras, seorang tua lumpuh dengan susah payah hendak berkunjung menemui Syaikhona Kholil. Syaikhona segera tanggap, beliau lalu memerintahkan santrinya untuk menyusul.  “Adakah di antara kalian yang mau menggendong dan membawa tamuku di luar sana itu?” “Biar saya saja, Yai,” jawab seorang santri muda mendahului teman-temannya. Santri muda itu bergegas meloncat menembus rerintik hujan yang semakin deras, menghampiri orang tua itu. Tanpa pikir panjang, ia menggendongnya untuk menemui Syaikhona Kholil. Dengan sangat akrab, Syaikhona Kholil menyambut tamunya, dan di antara keduanya terjadi dialog empat mata. Tidak beberapa lama, rupanya percakapan mereka telah usai. Syaikhona Kholil mendatangi santri-santrinya untuk me...

SEDIKIT TENTANG AL HAQ

santrionline.net NU.or.id Sedikit tentang Al Haq_ Saya kemarin membaca bukunya rumi, judul pastinya lupa tapi isinya tentang puisi-puisi harian dari rumi selama satu tahun/12 bulan. Lalu ada puisi yang saya interpretasikan sendiri seperti ini: Hallaj berkata “ana al haq”, Fir’aun pun berkata “ana al haq”, satu kata dua makna.Betulkah? lalu saya juga tertarik dengan fenomena syehsiti jenar, yang katanya jadi Hallajnya indonesia, betulkah dia yang mengatakan konsep manunggaling kawula gusti? kalo tidak salah konsep ini juga diakui oleh penganut kejawen? [Jawab] Mungkin puisi Rumi yang dimaksud adalah yang ada dalam bukunya ‘Fihi ma Fihi’ ini: “When Hallaj’s love for God reached its utmost limit, he became his own enemy and naughted himself. He said, “I am Haqq,” that is, “I have been annihilated; God remains, nothing else.  ”This is extreme humility and the utmost limit of servanthood. It means, “He alone is.” To make a false claim and to be proud is to say, “Thou art God and I am th...

Janganlah suka Membid'ahkan dan Mengkafirkan orang

Pada suatu hari Abu Wawan yang hendak pergi melanjutkan studi S2 nya di kampus ternama di Ibu Kota. di tengah jalan Abu wawan berpapasan dengan Kang Dollah yang hendak pergi menghadiri Maulid Nabi di Kampung sebelah , Kang Dollah adalah Pemimpin majelis ta'lim dan Guru ngaji anak-anak di sebuah surau (mushola) kecil di Kampung yang kebetulan satu kampung dengan Abu Wawan, Masa Mudanya Kang Dollah bisa dikatakan dihabiskan di pesantren...belasan tahun Kang Dollah menimba ilmu di pesantren, dan sekarang Kang Dollah mengabdi kepada masyarakat dengan ilmunya yang telah ia dapat sewaktu di pesantren .. Kang Dollah menyapa lebih duluan kepaada Abu Wawan.... Kang Dollah : Assalamu'alaikum yaa Abu.... Abu Wawan : Wa'alaikumsalam Kang. Kang Dollah : Mau kemana mas Abu, koq barang bawaannya banyak banget..??..mau saya bantuin?? Abu Wawan : Syukron..syukroon..syukron , ana Mau lanjutin studi S2 di Kota, Alhamdulilah kang, ana kemarin lolos seleksi dan diterima di kampus ternama di ...

Gus Miek Tak Mau Dilukis Seukuran Kiai Lain

Jakarta, santrionline KH. Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir di Kediri, Jawa Timur,  pada 17 Agustus 1940, beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri Pondok Pesantren  Al Falah Ploso Mojo Kediri), Gus Miek adalah pendiri amalan dzikir Jama'ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin , dan sema'an al-Qur'an Jantiko Mantab dan salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. nu.or.id Membincang ihwal sosok Gus Miek seakan tidak bisa terlepas dari aura kewaliannya yang begitu terpancar, penuh misteri dan nyentrik. Perilakunya yang khariqul ‘adah, cara dakwahnya yang tidak sama dengan ulama’-ulama’ lainnya, membuat jalan dakwah Gus Miek tidak hanya terbatas pada kaum...

7 PESAN MULIA ROMO YAI ASRORI AL ISHAQI

Dari banyak isi Dawuh-Dawuh YAI ASRORI AL ISHAQI Dalam pengajian beliau, terdapat beberapa wasiat atau pesan Beliau yang hampir selalu berulang dan sangat sering di wanti-wanti kan kepada kita. 7 Pesan tersebut di antaranya ialah : Dalam setiap amal ibadah apapun yang kita lakukan marilah didasari dengan selalu " merasa hina " (Baca; APES) di hadapan Allah SWT. Dalam pergaulan dengan sesama marilah kita gunakan “ Akhlaqul-Karimah ” yang didasari dengan selalu merasa “ orang lain lain lebih mulia ketimbang diri kita, dan diri kita lebih hina ketimbang orang lain ”. Jadikanlah diri kita sebagai orang yang pandai “ bersyukur ” Jadikanlah diri kita sebagai orang yang memiliki sifat “ Welas Asih ”. Artinya, mudah tersentuh hatinya terhadap kesulitan atau derita sesama, serta cepat-tanggap dalam membantu atau menolong, meskipun hanya mampu mendoakan. Jadikanlah diri kita sebagai orang yang mudah mengalah . Jadikanlah umur kita ini selalu berisi hal-hal yang bermanfaat Jangan pernah...

Karena Cinta

Karena Cinta Bismillahirrohmanirrohim,  ﺍﻟﻬﻲ ﺍﻧﺖ ﻣﻘﺼﻮﺩﻱ ﻭﺭﺿﺎﻙ ﻣﻄﻠﻮﺑﻲ  Pertama, izinkanlah si faqiir ini mengajak pembaca sekalian untuk senantiasa mengagungkan Asma Allah SWT., karena atas Ridho-Nyalah kita mampu menikmati nikmat hidup dalam Agama Islam di Bumi yang terhampar Luas ini. Kemudian, Sholawat serta salam hendaknya kita lantunkan dengan sepenuh hati kepada Rosulullah Muhammad SAW atas rasa syukur karena telah mengajarkan Islam kepada kita semua. Pada kesempatan ini izinkanlah si faqiir ini sedikit menyampaikan beberapa bait tulisan perihal Cinta, semoga ada manfaatnya. Karena Cinta, seorang pendosa bisa berubah menjadi seseorang yang begitu takut mendekati perbuatan dosa. Atas nama cinta juga, seseorang yang begitu menakutkan bisa menjadi seorang pribadi yang begitu lembut dan penyayang. Iya benar, atas nama cinta pula, seorang penakut, pengecut, serta acuh bisa menjadi begitu peduli, berani, dan kuat. Bahkan, seorang pemabuk, penjudi yang kerap mangkal dan membu...

Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial

KH Ahmad Mustofa Bisri pernah mempopulerkan istilah saleh ritual dan saleh sosial. Yang pertama merujuk pada ibadah yang dilakukan dalam konteks memenuhi haqqullah dan hablum minallah seperti shalat, puasa, haji dan ritual lainnya. Sementara itu, istilah saleh sosial merujuk pada berbagai macam aktivitas dalam rangka memenuhi haqul adami dan menjaga hablum minan nas. Banyak yang saleh secara ritual, namun tidak saleh secara sosial; begitu pula sebaliknya. Gus Mus tentu tidak bermaksud membenturkan kedua jenis kesalehan ini, karena sesungguhnya Islam mengajarkan keduanya. Bahkan lebih hebat lagi; dalam ritual sesungguhnya juga ada aspek sosial. Misalnya shalat berjamaah, pembayaran zakat, ataupun ibadah puasa, juga merangkum dimensi ritual dan sosial sekaligus. Jadi, jelas bahwa yang terbaik itu adalah kesalehan total, bukan salah satunya atau malah tidak dua-duanya. Kalau tidak menjalankan keduanya, itu namanya kesalahan, bukan kesalehan. Tapi jangan lupa, orang salah pun masih bisa un...

Kabar dari Malaikat untuk Ahli Ibadah 70 Tahun

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali pernah bercerita dalam salah satu kitabnya, Ayyuhâl Walad, tentang seorang Bani Israil yang begitu taat beribadah kepada Allah. Hamba ini menunjukkan kesalehan tersebut hingga tujuh puluh tahun lamanya. Suatu kali Allah mengutus Malaikat untuk memberi kabar kepadanya bahwa seluruh ibadah yang ia tunaikan itu tidak lantas membuatnya pantas masuk surga. Saat pesan tersebut disampaikan, sang hamba ahli ibadah berujar, “Kami diciptakan Allah untuk beribadah maka sudah semestinya kami pun beribadah.” Jawaban si hamba di atas selaras dengan bunyi ayat yang tercantum dalam Surat ad-Dzariyat ayat 56: “Wa mâ khalaqtul jinna wal insa illâ liya‘budûn (Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Ahli ibadah itu tak menunjukkan tanda-tanda protes atas kabar dari malaikat, melainkan sekadar menjelaskan bahwa ibadah 70 tahun yang ia lakukan sejatinya hanyalah wujud dari pelaksanaan perintah Allah sendiri. Malaikat ...

Pengakuan Mantan Pelajar Islam Garis Keras

Seandainya pemuda ini berhenti belajar, yaitu dalam pengertian menerima begitu saja terhadap doktrin dan pemahaman Islam yang diajarkan para ustadznya di sebuah lembaga pendidikan Islam yang bercorak garis keras tempatnya dahulu menimba ilmu, dan tanpa mencari perbandingan pemahaman dari sumber yang lain, besar kemungkinan saat ini dia menjadi sosok ekstremis yang sinis pada dasar negara Pancasila dan bentuk NKRI serta tetap meyakini bahwa pengertian jihad dalam Al-Qur'an adalah melulu berarti perang fisik melawan non-Muslim. Orang itu sebutlah Yanto (bukan nama sebenarnya). Lelaki asal Lamongan Jawa Timur ini pernah selama empat tahun dididik dan belajar di suatu lembaga pendidikan yang terletak di salah satu daerah di Salatiga, Jawa Tengah, yang berpaham tidak kompromis dengan tradisi lokal. Walau di lembaga pendidikan yang semula berbasis di Solo tersebut dia tempuh sampai lulus bahkan sempat menjalankan masa pengabdian selama kurang lebih satu tahun tapi kini pemikiran, sikap d...