Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label radikalisme

MATAN IPB Adakan Seminar Y-NETIZEN

Bogor, santrionline Sebagai Generasi Y atau generasi milenium yang banyak menggunakan teknologi instan seperti email, dan lain-lain. Semua informasi menjadi sangat cepat berkembang di kalangan ini, terlebih ketika sebutan "Netizen" mulai populer dewasa ini. maka kita diharapkan untuk cerdas dalam menyikapi maraknya informasi palsu atau hoax yang saat ini banyak beredar di media sosial. Apalagi, informasi dalam bentuk berita tersebut cenderung cenderung menyudutkan salah satu pihak dan berbau provokatif. Pesatnya arus informasi dan kemudahan akses teknologi informasi membuat masyarakat dengan mudah, mencari, membuat dan menerima informasi yang belum tentu kekebenarannya tanpa menyaring dari mana sumber informasi tersebut. Kemudahan akses informasi ini juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk penyebaran informasi yang tidak benar bahkan bermuatan hal-hal yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.  Bagaimana spiritualisme dapat menjadi solusi dalam penangg...

Menguatnya Radikalisme Ini Masukan Kiai Said untuk Jokowi

Jakarta, Santrionline Ideologi transnasional yang bersifat ekstrim-radikal semakin menguat seiring perkembangan teknologi informasi lewat media sosial sebagai instrumen penyebarannya. Terbukti dengan tindakan intoleransi dan terorisme yang terjadi di beberapa waktu lalu di Indonesia. Hal tersebut menjadi pembicaraan serius antara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Presiden RI Joko Widodo, Rabu (11/1) di Istana Negara Jakarta. Kiai Said dijamu makan siang oleh Jokowi sembari membicarakan kondisi terkini bangsa dan negara. Obrolan berlangsung santai dan penuh keakraban. Kepada Kiai Said, Jokowi mengemukakan beberapa persoalan terkait radikalisme dan intoleransi yang kerap kali dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan merapuhkan pondasi kebangsaan yang selama ini telah terjalin kuat. “Presiden menyampaikan, bagaimana caranya untuk menangkal itu semua. Saya jawab, pertama faktor pemahaman agama yang kurang sempurna, dangkal, dan tidak mendalam” jelas Kiai Said kepada NU ...