Santrionline.net ~ Sewaktu awal saya mondok 6 tahun di Baitul Arqom al-Islami Ciparay Bandung, pada Kyai Ali Imron Faqih, adik iparnya Kyai Ilyas Ruhiyat. Setelah itu melanjutkan ke Kyai Mudzakir di Banyurip Pekalongan, murid dari Mbah Dimyathi Termas, saya dapat ijazah Dalail dari beliau. Anehnya oleh adik Kyai Mudzakir –sosok unik yang selama 40 tahun tidak pernah keluar kamar- saya diajarkan cara berdebat dan cara mempertahankan Ahlussunnah wal Jama’ah lewat surat yang ditulis sangat bagus oleh beliau, termasuk diajarkan mencintai para habaib. Dari Kyai Mudzakir lah saya dipertemukan dengan Habib Luthfi Bin Yahya, yang waktu itu masih muda, dan Habib Ali Alattas (guru Habib Luthfi) saat itu masih hidup. Habib Ali Alattas adalah habib sepuh di Pekalongan yang unik. Tidak bisa melihat tapi mampu mengajar kitab Syarah Bukhari, yang berarti beliau hafal kitab tersebut di luar kepala. Dari Habib Luthfi saya minta petunjuk, dan dijawab oleh beliau, “Nanti setelah beres dari Kyai Mudz...