Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label netizen nu

Tentang Bismillah . ...

Rembang - santrionline.net " بِسْمِ اللّهِ . .. ..." utawi "Kelawan nyebut Asmanipun Gusti Allah. .. ..." Mangka utawi Bismillah iku dadi patang martabat: ~ suwiji martabate Asma ~ kapindone martabate Dzat ~ kaping telu martabate sifat Jalal ~ kaping papat martabate sifat Jamal. Kuwe kabeh Isyarat marang martabat: Al'Uluuhiyyah, Ar-Ruuhaaniyyah, Al-Jismaaniyyah, lan Al-Hayawaaniyyah. Jelas kan???' Ari wis jelas berarti laka sing perlu dijelasna. Toline ari urung jelas akune sing mumet njelasna Iki nembe   ... .. .ِبِسْمِ اللّهِ Durung                 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّ...

HUKUM MENARUH FOTO DI SOSIAL MEDIA

HUKUM MENARUH FOTO DI SOSIAL MEDIA santrionline.net (FMPP pertama kali yang saya ikuti ketika masih musyawaroh Fathul qorib di PP al Falah ploso kediri) HASIL FORUM MUSYAWARAH PONDOK PESANTREN(FMPP) SE JAWA-MADURA ke 28 di PP. Lirboyo kediri pada 25-26 Jumadil Akhir 1436 H/ 15-16 April 2015 M sebagai berikut : MUNAROH SELFIE DI FACEBOOK (PP. AL-FALAH – PLOSO) Deskripsi Masalah Sebut saja Munaroh (bukan nama sebenranya), santriwati ayu yang juga sekaligus aktivis di dunia Facebook dengan akun “Munaroh_chyankOchid“, dengan jumlah pertemanan hampir 2500 teman. Belakangan ini (pas liburan maulid), dia sering upload foto selfie di Facebook (FB). Katanya sih biar nggak kelihatan ketinggalan jaman (kudet, kurang update). Dan dari sekian banyak fotonya, banyak teman pria yang ngelike dan komen memuji kecantikannya, semisal komen “MasyaAllah ayune anake sapa ci” dari akun joKo_ingindicint4. Tak jarang Mbak Munaroh juga update status yang pada intinya mengumbar peras...

PEMABUK YANG MULIA DI AKHIR HIDUPNYA

KISAH PEMABUK YANG MULIA DI AKHIR HIDUPNYA Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malybari dberkisah tentang seorang lelaki durjana yang meski mengalami nasib tragis di akhir hidupnya. Kegemarannya membuat kerusakan dan minum minuman keras membuatnya dibenci masyarakat sekelilingnya. Bahkan, ketika ia mati di daerah Basrah, tak satu pun orang mau mengurus jenazahnya, kecuali sang istri. Detik-detik pemakaman dilewati secara dramatis. Sang istri terpaksa membayar beberapa orang untuk mengangkut jasad suaminya menuju mushala. Karena tidak ada orang yang mau menshalatkan, jenazah lantas digotong kembali ke padang sahara untuk dimakamkan di sana. Dalam kondisi yang malang ini, tiba-tiba seorang yang terkenal zuhud datang menghampiri. Ia turun dari gunung tempatnya ibadah guna menshalatkan jenazah lelaki fasik tersebut. Kealiman dan kesalehan sang zahid cukup harum di mata masyarakat, karenanya begitu tersiar kabar ia menshalati jasad penjahat tersebut, berbondong-bondonglah orang datang ke guru...