Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasional

Kang Maman : Indonesia Rusak Karena Kaum Elit Koruptif

Bandung, Santrionline Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul haq, menegaskan betapa berbahaya korupsi bagi kelangsungan bangsa dan negara. Karenanya, korupsi harus ditempatkan sebagai musuh bersama dan diperangi secara serius. “ Indonesia tidak akan hancur karena bencana, tapi akan rusak karena kebejatan kaum elit yang koruptif, ” katanya dalam diskusi "Santri, Anti-Korupsi dan Penguatan NKRI" di kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Bandung, Selasa, 12 Desember 2017. Tampil sebagai pembicara dalam diskusi itu, Indra Perwira (Fak. Hukum Unpad), Asep Salahudin ( Ketua Lakpesdam PWNU Jabar ) dan seniman, Tisna Sanjaya. Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq, juga menegaskan, selain penegakan hukum pemberishan Indonesia dari virus koruspi juga bisa dilakukan dengan pendekatan agama. Karenanya,pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, Majalengka itu, mengingtakan, bahwa pebelajaran agama sangat penting sebagai dasar pembentukan mental anti korupsi. “Pem...

Dituduh Menolak Ustadz Somad, Ini klarifikasi PWNU Bali

Denpasar, Santeionline- Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Bali pada tanggal 8-10 Desember 2017 lalu menimbulkan pro kontra bagi masyarakat Bali. Ramai tersebar di media sosial bahwa salah satu elemen yang melakukan penolakan adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali. Untuk mengklarifikasi keakuratan beberapa media yang memojokan PWNU Bali tersebut,  NU Online berhasil  menghubungi  Ketua PWNU Bali, H Abdul Aziz  melalui sambungan telepon, Senin (11/12). Ia kemudian menceritakan dari awal bagaimana dirinya sebagai Ketua PWNU mem-back up penuh panitia penyelenggara yang keseluruhan adalah Nahdliyin (warga NU). Menjelang kedatangan UAS, H Aziz menjelaskan situasi mulai tidak kondusif. Ada beberapa isu bahwa akan ada penghadangan di bandara. Kemudian ia bersama pengurus PWNU yang lain berinisiatif untuk mendampingi panitia menjemput langsung ke bandara.  Bersama UAS dan panitia, Pengurus PWNU terus mendampingi hingga ke Hotel Aston, tempat UAS mengina...

Wajib Dibaca, Inilah Hasil Final Rekomendasi Munas-Konbes Nahdlat Ulama di Lombok

Hasil Final Rekomendasi Munas-Konbes Nahdlat Ulama di Lombok REKOMENDASI MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA NTB, 23-25 NOVEMBER 2017 Latar Belakang Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.  NU melihat persoalan ketimpangan telah menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan kesatuan nasional. Kekayaan dimonopoli segelintir orang yang menguasai lahan, jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan, dan obligasi pemerintah. Menurut World Bank (2015), Indonesia adalah negara ranking ketiga tertimpang setelah Rusia dan Thailand. Gini rasio mencapai 0,39 dan indeks gini penguasaan tanah mencapai 0,64. 1% orang terkaya menguasai 50,3 persen kekayaan nasional, 0,1% pemilik rekening me...

Melihat Kesederhanaan Kiai NU Bahas Permasalahan Bangsa

Dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama , forum permusyawaratan tertinggi disebut dengan muktamar yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Forum lain yang sangat penting adalah musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang diselenggarakan minimal selama dua kali dalam satu periode kepengurusan. Dua forum ini biasanya mendapat perhatian publik karena biasanya terdapat keputusan atau rekomendasi penting yang menyangkut sikap NU terhadap sebuah persoalan bangsa atau pandangan NU dalam sebuah permasalahan keagamaan.  Dalam acara ini munas ini berisikan pembahasan masalah-masalah kebangsaan yang dilihat dari perspektif keagaman atau persoalan-persoalan keagamaan kekinian yang belum  terpecahkan yang terbagi dalam tiga forum bahtsul masail waqi’iyah (membahas kasus-kasus aktual), maudluiyah (membahas isu-isu tematik), dan qanuniyah (membahas masalah yang berkaitan dengan perundang-undangan). Persidangan Munas dan Konbes NU mulai berjalan pada Jum'at (24...

Kiai Maimoen Zubair Jelaskan Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah

Kiai Maimoen Zubair Jelaskan Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah Mataram. Santrionline- Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair memberikan pengarahan pada forum bahtsul masail ad-diniyah al-waqi‘iyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU 2017, Mataram, Jumat (24/11) pagi. Dalam ceramahnya ia menjelaskan keserupaan Indonesia dan negara di zaman Rasulullah. Menurutnya, negara yang dibangun Rasulullah menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Di zamannya, Rasulullah SAW menghargai perbedaan pandangan. Rasulullah SAW sangat menghargai kesepakatan yang dibuat dengan kaum musyrikin Mekkah. Di zaman Rasulullah hal ini pun terjadi seperti di Indonesia. “Indonesia ini memang bukan negara Islam. Tetapi Indonesia ini dijiwai oleh sila pertama, berketuhanan yang maha esa. Sila inilah yang kemudian memancarkan kebaikan-kebaikan seperti tertuang dalam sila-sila berikutnya terkait kesejahteraan, persatuan, peradaban, keadilan sosial,...

Diundang Tabligh Akbar Di jakut, GP Ansor Minta Flix Siauw Tanda Tangani Kesetiaan Pada Pancasila

Jakarta. Santrionline- Tabligh Akbar yang akan dilaksanakan pada 25 November 2017 di Masjid An Nashru RW. 09 Perum Gading Griya Lestari Sukapura Cilincing Jakarta Utara direncanakan akan menghadirkan Felix Siauw. Mengetahui hal itu, GP Ansor Jakarta Utara (Jakut) melakukan tabayyun dan musyawarah (22 Nopember 2017 pukul 17.00 WIB) kepada pihak-pihak terkait atas rencana tersebut. Hadir dalam forum tabayyun tersebut: Camat Cilincing, Kapolsek Cilincing, perwakilan Koramil Cilincing, PCNU Jakarta Utara, PC GP Ansor Jakarta Utara, PAC Ansor Cilincing, PD Muhammadiyah dan tokoh masyarakat jama’ah Masjid Jami’ An Nashru. Berikut hasil tabayyun dan musyawarah bersama yang dikeluarkan PC GP Ansor Jakut tertanggal 22 November 2017/ 3 Rabi’ul Awal 1439H yang ditanda tangani oleh PC GP Ansor Jakut Drs. Subhan dan Sekretaris Mohamad Huda: 1. Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan amaliah dari Nahdlatul Ulama yang sudah diwariskan turun menurun oleh para pendiri NU, maka tidak mungkin...

Di Arena Munas, Ketum PBNU: Pagar Nusa Andalan Nahdlatul Ulama

Di Arena Munas, Ketum PBNU: Pagar Nusa Andalan Nahdlatul Ulama Mataram.Santrionline- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sedang menyelenggarakan Munas Alim Ulama dan Konbes di Nusa Tenggara Barat, Kamis-Sabtu (23-25/11/2017). Di sela-sela perhelatan, Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, mengungkapkan Pagar Nusa menjadi andalan Nahdlatul Ulama dan komunitas pesantren selama ini. "Pagar Nusa itu pagarnya NU dan bangsa, pagar para kiai pesantren dan bangsa Indonesia,"ungkap Kiai Said Aqiel Siroj, setelah pembukaan Munas dan Konbes, di Islamic Center NTB, Kamis (23/11/2017). Kiai Said menjelaskan bahwa selama ini, Pagar Nusa menjadi garda depan untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika bangsa Indonesia. "Peran Pagar Nusa sangat signifikan. Para pendekar Pagar Nusa selama ini sangat konsisten mengabdi pada kiai-kiai pesantren, dan berperan penting dalam menjaga stabilitas geo-politik di negeri ini. Pasukan Inti Pagar Nusa, sangat bisa diandalkan," ungkap Kiai Sai...

Kiai Said: Terima Kasih Pak Jokowi sudah Bubarkan HTI

Ini Ayatnya, Kiai Said: Terima Kasih Pak Jokowi sudah Bubarkan HTI Mataram. Santrionline-   Pidato Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Joko Widodo di Islamic Center NTB, Mataram, Kamis (23/11/2017) siang, tidak jarang membuat Presiden Jokowi manggut-manggut. Kiai Said memuji Presiden Jokowi yang berani membubarkan HTI, mengeluarkan Perpu yang akhirnya disahkan menjadi UU Ormas. Bahkan Kiai Said yakin, mengutip informasi Mendagri, bukan hanya HTI yang dibubarkan, masih ada sejumlah organisasi radikal yang menyusul HTI. Keberanian presiden menyetop HTI, organsiasi radikal, lanjut Kiai Said, tidaklah salah. Ia lalu menyebut sebuah ayat  (QS: 33 surat Al-Ahzab 60 red.) ketika Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengusir pengacau Madinah. “Saya lupa surat apa, ayat berapa? Tetapi saya hafal bacaaannya, la-in lam yantahi almunaafiquuna waalladziina fii...

Munas-Konbes NU 2017 Juga Bahas Dinamika Keislaman Arab Saudi

Munas-Konbes NU 2017 Juga Bahas Dinamika Keislaman Arab Saudi Mataram,  NU Online Ketua Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes) 2017 Robikin Emhas mengatakan, acara Munas dan Konbes NU juga akan membahas dinamika yang terjadi di Arab Saudi akhir-akhir ini, terutama soal Islam moderat. Belum lama ini dunia dihebohkan dengan sepak terjang Putera Mahkota Muhammad bin Salman. Setelah ditunjuk menjadi orang kedua di Arab Saudi, Muhammad bin Salman menerapkan beberapa kebijakan yang radikal seperti mengembangkan Islam moderat di Arab Saudi. Dia menambahkan, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia dipastikan hadir dalam acara Munas dan Konbes NU 2017 ini. Ini bisa menjadi ajang untuk memberikan pemahaman kepada Duta Besar terkait dengan praktik-praktik Islam moderat seperti yang diusung NU. Robikin menceritakan, beberapa waktu lalu Pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya untuk Indonesia bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). ...

Inilah Sosok Ulama Dari Lombok Yang Mempunyai Murid Bukan Hanya Manusia Tapi Juga Jin

Mataram,  NU Online Penulis buku Pemikiran Islam Lokal TGH M Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli Adi Fadli mengatakan, murid Tuan Guru Haji (TGH) M Shaleh Hambali atau Tuan Guru Bengkel bukan hanya dari unsur manusia saja, tapi ada jin juga yang menjadi muridnya. “Semua orang mengakui dan banyak murid beliau yang menjadi saksi,” kata Adi dalam acara bedah buku Pemikiran Islam Lokal: TGH M Shaleh Hambali Bengkel di Halaman PWNU NTB, Rabu (22/11). Adi menceritakan, pada saat mengaji Tuan Guru memerintahkan murid-muridnya untuk mengosongkan beberapa kursi untuk muridnya yang dari bangsa  lembut  tersebut. Diantara murid Tuan Guru Bengkel yang menjadi saksi dan masih hidup adalah Tuan Guru Munir. “Beliau saksinya. Beliau (Tuan Guru Munir) juga pernah diminta untuk menyiapkan tikar oleh Tuan Guru Bengkel bahwa tamunya akan hadir. Ternyata jin-jin yang hadir,” terangnya. Tuan Guru Munir, lanjut Adi, juga mendengar suara ketika jin-jin tersebut datang dengan kudanya. Untuk melihat ...

Luar Biasa,Inilah Bendera NU Raksasa di Lombok Yang Pecahkan Rekor MURI

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI Mataram,  NU Online  Setelah dzuhur, sekitar 15.000 nahdliyin turun ke jalan guna mengikuti pawai ta'aruf untuk menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11). Pawai ta'aruf dimulai dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat sampai Taman Sangkareang, Mataram, NTB. Tak ketinggalan, dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, sejumlah pengurus PBNU, hingga Walikota Mataram juga mengikuti pawai ta'aruf ini.  Saat sampai di Taman Sangkareang, Kiai Said dan rombongan disambut dengan kibaran Bendera NU raksasa. Bendera ini pun kemudian mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia sebagai bendera NU terbesar dengan ukuran 60,14 x 40,20 meter.  Kiai Said yang menerima langsung piagam MURI tersebut mengucapkan terim...

KH. said Aqil : Masukan Anak Ke Pesantren NU Agar Tidak Jadi Teroris

Lombok. Santrionline- "Kalo anak anda tidak mau jadi teroris, paling aman masukkan dia nyantri di Pondok Pesantren NU. Diluar pesantren NU, saya tidak jamin" Kata KH. Said Agil Siradj dalam Pengajiannya di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Mertak Tombok Praya Lombok Tengah, Rabu (22/11) siang ini. Menurut Ketua Umum PBNU ini, semua pesantren Nahdlatul Ulama tidak ada yang mengajarkan Terorisme dan kekerasan. Sebab, pesantren NU tidak hanya mengajarkan Al Qur'an dan Hadist, tapi juga Akhlakul Karimah dengan sanad keilmuan yang jelas. Terjadinya pengeboman, penyerangan polisi, dan kekerasan bernuansa agama yang marak terjadi adalah karena pemahaman keislaman dan pemahaman Al Qur'an pelakunya yang keliru. "Tidak cukup mempelajari Alqur'an dengan hanya membaca Tarjamah, tapi juga harus belajar Tafsir, Takwil, Asbabun Nuzul, ilmu-ilmu alat dan ilmu-ilmu Al Qur'an yang lain" Tandasnya. Karena itu, Kiai Said mengapresiasi Pesantren Nurul Qur'an Mertak T...

Subhanallah. Inilah Keindahan Islamic Center Lombok, Lokasi Pembukaan Munas dan Konbes NU

Mataram, Santrionline- Selain wisata alam yang lekat dengan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pulau yang kini menjadi destinasi wisata turis mancanegara ini juga menyimpan wisata-wisata religi yang megah, di antaranya Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Lombok. Masjid yang berlokasi di Dasan Agung, Gomong, Selaparang, Kota Mataram yang dijadikan lokasi pembukaan kegiatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 ini menyimpan magnet bagi setiap wisatawan lokal dan mancanegara. Masjid yang didominasi warna emas yang pernah menjadi lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional tahun 2016 lalu ini dibangun di atas lahan 3,6 hektar dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah pengawasan langsung Pemerintah Daerah (Pemda). NU Online beserta Tim Dokumentasi dan Publikasi Munas-Konbes NU berkesempatan berkunjung ke masjid berkapasitas 15.000 jamaah ini pada malam hari. Masjid yang menurut pengelola UPT mampu menye...

Inilah Kisah Heroik di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal

Inilah Kisah Heroik di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal   Mataram,  NU Online  Sebelum dibuka, Kamis (23/11), Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 di Nusa Tenggara Barat, akan diawali dengan Pawai Ta’aruf yang dihadiri belasan ribu Nahdliyin, Selasa (22/11). Rute pawai itu dari Islamic Center kota Mataram ke lapangan Sangkareang sejauh 1 km. Pada pawai itu pula bendera NU raksasa akan dihadirkan. Disebut raksasa, karena ukuran bendera itu sekitar 60 m x 40 m atau seluas 240 m persegi. Sementara beratnya sekitar 600 kg atau 6 kuintal. Menurut salah seorang panitia, Muhammad Hirjan, bendera NU raksasa diusulkan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini dalam beberapa kali pada Rapat Koordinasi Panitia Daerah. “Karena dulu ada Munas NU di NTB tahun 1997. Nah, pada Munas dan Konbes ini harus ada yang berbeda, tidak hanya tempat, jika dulu di Bagu, sekarang harus ada tempat baru. Selain itu, harus ada yang baru jug...