Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ubudiyah

Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon

Kiai sepuh NU, KH Maimoen Zubair berkenan berdoa pada penutup deklarasi dan halaqah alim ulama yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/7). Setelah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab, ia menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian ditutup lagi dengan doa berbahasa Arab.  Berikut doa pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah itu: Ya allah ya robbi jadikanlah pertemuan kami ini adalah pertemuan yang penu Kau rahmati sehingga benar-benar apa yang kita kumpul pada malam ini, malam ini, berkumpul untuk hubbul wathan minal iman, cinta kepada tanah air. Cinta kepada bangsa. Cinta kepada yang Kau berikan kepada kami nikmat yang besar ini, adalah negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan yang berdasarkan Pancasila.  Ya Allah, ya Rabbi. Kita mengetahui segala apa pun adalah menurut kehendak-Mu. Segala apa pun itu kudrat iradat-Mu. Kau menjadikan bangsa kami alhamdulillah menjadi bangsa yang benar-benar menjadi tuntunan se...

“RAMADHAN BERKAH NGAJI BARENG KANG SANTRI”

NGAJI YUK ۞ تَعَلَّمْ فَاِنَّ اْلعِلْمَ زَيْنٌ لأَهْلِهِ ۞ ۞ وَفَضْلٌ وَعِنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ ۞ "Belajarlah karena ilmu adalah perhisan bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji." Sahabat Dakwah Islam, Ramadhan tinggal menghitung jari nih. Jadikan ibadah kali ini menjadi lebih berkah dengan jalan dakwah. Alhamdulllahnya Ramadhan kali ini kita bisa belajar bersama dalam program “RAMADHAN BERKAH NGAJI BARENG KANG SANTRI” Program keren dari teman teman santri akan menambah manis ramadhan tahun ini. Dalam program ini kamu bisa ngaji dan belajar tentang dunia keislaman bareng para santri yang expert dibidangnya. Siapa aja? 1.  Gus Nizar Idris SH  ( Alumnus Ibn Tofail Maroko -Pengurus Pon Pes At Tsaqafah Jakarta ) Gus yang satu ini bukan hanya ganteng, tapi juga ahli dalam hal kajian kitab kuning dan keaswajaan. Sudah expert di bidang kitab kuning. 2.  Ustad Ahmad Royani STHI  ( Pengurus Pesantren Tarbiatul Mubtadiin-Alumnus Pon Pe...

Janganlah suka Membid'ahkan dan Mengkafirkan orang

Pada suatu hari Abu Wawan yang hendak pergi melanjutkan studi S2 nya di kampus ternama di Ibu Kota. di tengah jalan Abu wawan berpapasan dengan Kang Dollah yang hendak pergi menghadiri Maulid Nabi di Kampung sebelah , Kang Dollah adalah Pemimpin majelis ta'lim dan Guru ngaji anak-anak di sebuah surau (mushola) kecil di Kampung yang kebetulan satu kampung dengan Abu Wawan, Masa Mudanya Kang Dollah bisa dikatakan dihabiskan di pesantren...belasan tahun Kang Dollah menimba ilmu di pesantren, dan sekarang Kang Dollah mengabdi kepada masyarakat dengan ilmunya yang telah ia dapat sewaktu di pesantren .. Kang Dollah menyapa lebih duluan kepaada Abu Wawan.... Kang Dollah : Assalamu'alaikum yaa Abu.... Abu Wawan : Wa'alaikumsalam Kang. Kang Dollah : Mau kemana mas Abu, koq barang bawaannya banyak banget..??..mau saya bantuin?? Abu Wawan : Syukron..syukroon..syukron , ana Mau lanjutin studi S2 di Kota, Alhamdulilah kang, ana kemarin lolos seleksi dan diterima di kampus ternama di ...

Inilah Amalan yang Paling Disukai Rasulullah SAW

Umat Islam meyakini bahwa hidup tidak hanya sekali. Setelah meninggal kelak, kita percaya akan ada kehidupan lain yang berbeda dengan kehidupan dunia. Karenanya, kita dianjurkan untuk mempersiapkan bekal dan modal sebanyak-banyaknya guna menghadapi kehidupan di akhirat. D alam beramal pun kita berharap agar amalan yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Meskipun tidak pernah bertemu langsung dengannya, nasehat dan perilaku beliau terdokumentasi rapi dalam kitab-kitab hadits. Amalan memang menjadi modal utama di akhirat, tetapi Islam tidak pernah meminta pengikutnya beramal melebihi kemampuannya. Beramallah sesuai dengan kemampuan. Semasa hidupnya,Rasul pun sering mengingatkan sahabatnya yang beramal berlebihan. Mereka beramal sebanyak-banyaknya hingga melupakan hak tubuhnya, yaitu istirahat. Dalam Mustakhraj Abi ‘Awanahkarya Abu ‘Awanah An-Naisaburi, dikisahkan bahwa seorang perempuan pernah berkunjung ke rumah ‘Aisyah. Ia datang dalam keadaan lemah da...

Do’a Melawan Tahayul dan Mitos

ilustrasi Tashdiqun bil qalbi wa iqrarun billisani wa amalun bil arkani , demikian keterangan tentang iman. Yang artinya hati meyakini, lisan mengatakan, dan raga bekerja. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Iman menuntut adanya perpaduan dan kesesuaian antara ranah hati, lisan dan raga. Dengan kata lain, seorang yang beriman tidaklah cukup dengan mengatakannya di lisan saja, tetapi juga harus dibuktikan dengan tindakan dan gerak badan. Dan yang paling penting adalah keyakinan yang tertanam di dalam hati. Akan tetapi dalam kenyataannya memadukan ketiganya bukanlah hal yang mudah. Perlu latihan-latihan dan percobaan. Jangankan menyatukan hati, lisan dan badan, menyatukan lisan dan badan saja terkadang terasa berat. Kalaupun kesesuaian lisan dan badan telah tercapai terkadang hati masih sangsi. Karena itulah muncul istilah al-imanu yazid wa yanqush, bahwa iman itu terkadang penuh terkadang kurang. Terkadang mantap terkadang ragu, terkadang yakin terkadang bimbang. Se...