Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Internasional

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan Jakarta,   NU Online Menyikapi langkah Presiden Amerika Donald Trump yang akan menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, PBNU menilai harus ada tekanan penolakan terhadap keputusan yang memunculkan sentimen negatif dunia kepada Amerika tersebut. "Kita mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah mengambil langkah tepat dalam menyikapi kondisi ini," kata Sekjen PBNU Helmy Faisal Zain di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jum'at (8/12). Keputusan sepihak ini lanjut Helmy, telah melahirkan kekacaubalauan serta menimbulkan konstalasi yang memanas diseluruh penjuru dunia. Bukan hanya negara-negara Islam yang menurutnya kontra terhadap langkah Trump ini, namun seluruh dunia termasuk Vatikan juga menyesalkannya. Keputusan itu juga telah melanggar kesepakatan karena berdasarkan Konsensus PBB yang telah disepakati menyatakan tidak akan mengubah batas negara terkait konflik yang ada d ikawasan tersebut. "Kita mengaku...

PBNU Imbau Masyarakat Salat Gaib untuk Korban Bom di Masjid Mesir

Warga Mesir membawa sejumlah jenazah korban serangan bom dan tembakan saat berlangsungnya Salat Jumat di sebuah Masjid Rawdah di ibukota provinsi Sinai Utara, Mesir, 24 November 2017. Korban tewas bertambah, hingga kini tercatat terdapat sekitar 235 orang tewas atas serangan tersebut. AFP PHOTO TEMPO.CO ,  Mataram  - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman di Masjid Al-Rawdah, Sinai Utara, Mesir. NU menyerukan masyarakat untuk salat gaib mendoakan para korban. "NU berduka. PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan salat gaib untuk korban teror bom Mesir," kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad, 26 November 2017. Robikin mengungkapkan duka mendalam kepada korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu. Dia mengatakan perbuatan tersebut sebagai tindakan terkutuk dan biadab, dan tak dapat dibenarkan apapun latar belakang dan motifnya. Pengeboman dan penembakan...

Wajib Dibaca, Inilah Hasil Final Rekomendasi Munas-Konbes Nahdlat Ulama di Lombok

Hasil Final Rekomendasi Munas-Konbes Nahdlat Ulama di Lombok REKOMENDASI MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA NTB, 23-25 NOVEMBER 2017 Latar Belakang Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.  NU melihat persoalan ketimpangan telah menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan kesatuan nasional. Kekayaan dimonopoli segelintir orang yang menguasai lahan, jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan, dan obligasi pemerintah. Menurut World Bank (2015), Indonesia adalah negara ranking ketiga tertimpang setelah Rusia dan Thailand. Gini rasio mencapai 0,39 dan indeks gini penguasaan tanah mencapai 0,64. 1% orang terkaya menguasai 50,3 persen kekayaan nasional, 0,1% pemilik rekening me...

LDNU kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Masjid Al-Aqsa

Tegal. Santrionline- Polisi dari Israel dikabarkan telah menutup Masjid Al-Aqsa yang ada di Yerusalem dan melarang warga Muslim Palestina salat Jumat di masjid tersebut (14/7). Kabar Penutupan Masjid Al Aqsa juga membuat ketua Lembaga Dakwah PBNU KH.Maman Imanul Haq kembali angkat bicara. KH.Mamaan menegaskan bahwa tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan Isreal kepada jamaah Al-Aqsha adalah tindakan biadab. Kita harus protes keras atas tindakan semena-mena ini". Demikian seruan ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Maman Imanul Haq saat mengisi acara Tabligh Akbar dalam rangka Halal Bi Halal Warga NU dan Pelantikan PR Fatayat NU di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, ( Sabtu 22/7 ) Di hadapan ribuan jamaah Maman yang anggota Komisi 8 DPR RI dari Fraksi PKB menambahkan bahwa PKB akan mendesak DPR RI mengeluarkan surat resmi kepada PBB untuk mengutuk segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, berupa pembatasan dan pembunuhan terhadap jemaah yang sedang mel...

Menyaksikan kejayaan Islam di bawah tanah kota Ramla

Ketika ahli ilmu bumi Muhammad Ibnu Ahmad Shams al-Din al-Muqaddasi mengunjungi Kota Ramla dalam perjalanan antara Kairo dan Damaskus pada abad ke 10, dia menggambarkan sebuah surga perkotaan yang bersaing dengan kota asalnya Yerusalem. Meski sudah dibangun kembali, tetapi Ramla tidak dapat meraih kejayaannya di masa lalu. "Ini merupakan kota yang bagus, dan dibangun dengan baik; airnya bagus dan banyak; buahnya berlimpah," tulis al-Muqaddasi dalam buku perjalanannya yang terkenal. "Perdagangan di sini menguntungkan, dan pasarnya bagus sekali." Kota, yang dibangun sebagai ibukota provinsi baru Palestina pada 715, tak lama setelah wilayah itu di bawah kekuasaan Muslim, mendirikan masjid-masjid besar, gedung pemerintahan dan rumah mewah dengan taman-taman, mosaik dan mata air. Tetapi sebagian besar bangunan hancur akibat rangkaian gempa pada abad ke 11, dan meski sebagian dibangun kembali, kota itu tak pernah meraih kewibawaannya lagi. "Anda hampir tak melihat ap...

Kota Marawai Telah Menjadi Kota Kenangan, Kota Islam Yang Damai

philstar.com ILIGAN - Marawi sebelumnya dikenal dengan nama Dansalan, sebuah Ibu Kota Provinsi Lanao, Filipina, yang terpecah dari 1907-1940. Kota itu kemudian resmi berganti nama menjadi “Kota Islam Marawi” setelah diusulkan melalui RUU Parlemen 261 di era rezim Marcos. Lebih dari 90 persen dari 100 juta orang Filipina adalah warga Kristen. Tapi di Marawi, warga Muslim menjadi mayoritas. Pada tahun 1980 Marawi resmi diproklamirkan menjadi ”Kota Islam” dan jadi satu-satunya kota di Filipina dengan sebutan seperti itu. Meski menjadi Kota Islam, Marawi juga menjadi rumah yang damai bagi komunitas Kristen. Selama puluhan tahun, perdamaian tecipta di kota ini.  Namun, perdamaian di Kota Islam Marawi tercabik-cabik sejak pekan lalu. Kelompok milisi Maute yang telah menjadi sayap kelompok Islamic State (ISIS) di Filipina tiba-tiba menyerbu kota itu. Serbuan itu sebagai balas dendam setelah tempat persembunyian pemimpin mereka, Isnilon Hapilon, diserang pasukan Filipina. Sejak serbuan ke...

Keren, Hari Ini Tim Dai Ramadhan NU Bertolak ke Hong Kong dan Macau

Jakarta, Santrionline Lembaga Dakwah Nadlatul Ulama (LDNU)  melalui Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) mengirimkan lima orang ustad yang tergabung dalam Dai Ramadhan yang akan berdakwah di Hong Kong dan Macau selama Ramadhan. Pemberangkatan kelima ustad Dai Ramadhan dilakukan Senin (29/5) siang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan NU Care LAZISNU. Selama di Hong Kong dan Macau, para dai akan melakukan kajian keislaman; pembinaan muallaf dan pengenalan Islam; pengenalan dan dakwah tentang zakat infak sedekah dan wakaf serta mengajak jama’ah untuk melaksanakannya baik di bulan Ramadhan maupun hari-hari biasa. Para dai juga akan membuat jurnal harian dan mendokumentasikannya, mengirimkan berita kegiatan-kegiatan mereka ke media NU; serta meramaikan kegiatan dengan media sosial dengan member tanda #tidim #lazisnu #ldnu dalam setiap postingan. Pembina TIDIM LDNU KH Wahfiudin Sakam mengemukakan misi tersebut merupakan upaya d...

Ini Pesan Perdamaian Pipit, Korban Bom Kampung Melayu Yang Bikin Merinding

Pesan Perdamaian Pipit, Korban Bom Kampung Melayu Ipnujateng.or.id - Peristiwa Bom Bunuh Diri yang terjadi di Kampung Melayu akhir-akhir ini tentu mengagetkan kita. Bagaimana tidak? Di tengah upaya persatuan dan penangkalan radikalisme yang gotong royong dilakukan oleh masyarakat, baik dari kalangan Pesantren, Organisasi Masyarakat hingga Kepolisian, masih saja ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan melakukan teror dengan berbagai dalih. Tidak sampai disitu kekagetan kami. Salah satu korban ternyata adalah kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Sebagai satu keluarga besar tentu perasaan sedih kami semakin mendalam. Mungkin perasaan marah dan prihatin yang dirasakan ketua cukup mewakili perasaan kami sebagai sesama kader. Sore itu, setelah acara Rakerwil; yang tentu saja menguras tenaga dan pikiran selama beberapa minggu terakhir; ketua buru-buru mengajak saya untuk menjenguk Pipit, sapaan akrab Suci Afitriyani jauh-jauh ke Jakarta. Meski sudah memiliki beberapa jadwal ke...

Siti Musdah Mulia, Tokoh Islam Damai versi Majalah Madina

Siti Musdah Mulia (50 tahun) adalah juru bicara paling keras dari kaum perempuan yang tertindas di Indonesia, saat ini. Namanya terutama mulai ramai dikenal umum pada akhir 2004, ketika ia bersama timnya di Departemen Agama melahirkan Counter Legal Draft (CLD, atau naskah hukum tandingan), terhadap Kompilasi Hukum Islam (KHI). Draft itu menjadi sangat kontroversial karena ia menggugat KHI yang sejak 1991 merupakan referensi para hakim agama di Peradilan Agama, terutama dalam memutuskan perkara yang berhubungan dengan perkawainan. Banyak isi CLD yang tegas-tegas menggugat berbagai ketentuan dalam KHI yang selama ini seolah-olah sudah diterima sebagai kebenaran yang tak terbantahkan. Sejumlah muatan terpenting CLD adalah  pelarangan poligami, penaikan usia layak nikah bagi wanita dari 16 tahun menjadi 19 tahun, serta hak yang sama bagi pria dan wanita untuk menyatakan talak. Di bagian lain, CLD juga secara tegas mengharamkan perkawinan paksa, nikah siri dan nikah kontrak. icrp-online...

Subhanallah. KH Said Aqil Siroj kenalkan Islam Nusantara Di Singapura

KH Said Aqil Siroj: Islam Nusantara Relevan Bagi Singapura Singapura. Santrionline-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA pagi ini tiba di Singapura. _S.Rajaratnam School of International Studies_ (RSIS) mengundang Kiai Said untuk memberikan Kuliah Umum tentang *"Moderasi dan Toleransi di Indonesia: Pengalaman Nahdlatul Ulama".* "Singapura tentu punya pengalaman juga dalam membangun masyarakat yang toleran dan moderat karena akar budaya kita tidak jauh berbeda, kita bisa sharing," kata Kiai Said Aqil saat ramah tamah dengan civitas akademika RSIS dan para pejabat Singapura dan KBRI Singapura, Senin (13/03/2017). Kiai Said Aqil mengatakan, saat bertolak ke Saudi Arabia tahun 1928 membawa misi NU, KH Wahab Chasbullah singgah di Singapura untuk menemui dua ulama di sini, mendiskusikan corak keislaman kawasan Asia Tenggara menghadapi tantangan seperti dewasa ini. "Jadi relasi ulama Singapura dan Indonesia sudah lama terja...