Langsung ke konten utama

Di Arena Munas, Ketum PBNU: Pagar Nusa Andalan Nahdlatul Ulama

Di Arena Munas, Ketum PBNU: Pagar Nusa Andalan Nahdlatul Ulama

Mataram.Santrionline-
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sedang menyelenggarakan Munas Alim Ulama dan Konbes di Nusa Tenggara Barat, Kamis-Sabtu (23-25/11/2017). Di sela-sela perhelatan, Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, mengungkapkan Pagar Nusa menjadi andalan Nahdlatul Ulama dan komunitas pesantren selama ini. "Pagar Nusa itu pagarnya NU dan bangsa, pagar para kiai pesantren dan bangsa Indonesia,"ungkap Kiai Said Aqiel Siroj, setelah pembukaan Munas dan Konbes, di Islamic Center NTB, Kamis (23/11/2017).

Kiai Said menjelaskan bahwa selama ini, Pagar Nusa menjadi garda depan untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika bangsa Indonesia. "Peran Pagar Nusa sangat signifikan. Para pendekar Pagar Nusa selama ini sangat konsisten mengabdi pada kiai-kiai pesantren, dan berperan penting dalam menjaga stabilitas geo-politik di negeri ini. Pasukan Inti Pagar Nusa, sangat bisa diandalkan," ungkap Kiai Said.

Dalam kesempatan itu, Kiai Said menjelaskan moment-moment penting bangsa Indonesia, yang pada prosesnya Pagar Nusa berperan signifikan. "Indonesia pernah mengalami situasi kritis dalam geo-politiknya, terutama pada tahun 1965-1966 dan 1997-998. Pada peristiwa genting itu, Pagar Nusa berperan sangat krusial untuk mengamankan, memberi perlindungan keamanan bagi kiai-kiai dan pesantren, serta menjaga stabilitas keamanan-politik di negeri ini. Meski pendekar intinya jarang terlihat di publik, tapi sangat bisa diandalkan," jelas Kiai Said. Pada peristiwa 1965/1966, para pendekar--yang merupakan cikal bakal dan pendiri Pagar Nusa--mengawal kiai-kiai dan pesantren, dari kericuhan politik nasional.

Kiai Said berharap agar Pagar Nusa tetap konsisten menjaga performa, berlatih, dan menjaga kiai-kiai serta bangsa Indonesia. "Para pendekar Pagar Nusa harus patuh pada pimpinan, taat pada kiai, istiqomah berlatih fisik dan spiritual, juga mengabdi sepenuh hati untuk pesantren serta bangsa Indonesia," harap Ketum PBNU.

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen siap untuk meningkatkan level pasukan inti Pagar Nusa. "Kami punya pasukan inti dengan keahlian khusus, yang siap dalam segala kondisi. Mereka selama digembleng ala militer dan kiai-kiai sepuh. Pasukan inti ini bukan pasukan biasa, tapi para pendekar pilihan," jelas Nabil, di arena Munas dan Konbes, Jumat (24/11/2017).

Pagar Nusa, pada kepengurusan kali ini, mendorong konsolidasi internal dengan mengaktifasi 500 cabang di Indonesia dan internasional. Pagar Nusa juga bekerjasama dengan kedutaan, instansi pemerintahan dan lembaga think-thank di Amerika, Eropa, Australia, Asia Tengah, dan Asia Tenggara terkait dengan seni, bela diri dan international security (AW).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Sejarah Pon Pes Attauhidiyyah Tegal

Pondok Pesantren Attauhidiyyah yang terletak di Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di ketinggian, tepatnya di bawah kaki Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan wisata Guci, bertemperatur udara yang cukup dingin. Untuk menuju lokasi pesantren tersebut, kita harus melalui jalan yang menanjak, berkelok, melintasi ladang tebu, persawahan, dan pepohonan yang rindang. Bulan juni kemaren Ponpes Attauhidiyyah dipilih sebagai tempat kegiatan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se – Indonesia ke V, sejak 7-10 Juni 2015. Melihat fisik bangunan Ponpes yang dipimpin oleh KH. Ahmad Saidi, terlihat pembangunannya yang sedang dalam proses penyelesaian, terutama asrama santri dan masjid. Pondok Pesantren At Tauhidiyah didirikan terbilang ponpes tertua di Tegal. Pon Pes Attauhidiyyah Didirikan oleh KH. Armia pada tahun 1880, di desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Cikura yang konon awalnya bernama desa Pemulia...