Langsung ke konten utama

Gus Nabil Ketum Baru Pagar Nusa Periode 2017-2022

Kongres III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa yang dilaksanakan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (5/5). M Nabil Haroen terpilih sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2017-2022. Acara ini di hadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan KH. Said Agil Siradj Ketua Umum PBNU


Acara Sidang Pleno dipimpin oleh H Andi Najmi Fuadi, Sekretaris Safruddin M Asaf, anggota Muhammad Natsir, Yaqob Muhammad, Salma Abdullah, dan Sugeng Riyadi. Sidang pemilihan Ketua Umum Pagar Nusa  yang dimulai sekitar jam 9 malam ini berlangsung dengan lancar tanpa ada interupsi dari peserta sidang. Kongres Ke-III Pagar Nusa ini berlangsung sejak Rabu (3/5).

Nabil mengajak semua pengurus di berbagai daerah untuk bersama-sama memajukan Pagar Nusa. “Saya mengajak teman-teman di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi Maluku dan Papua untuk bersama-sama membangun dan membesarkan Pagar Nusa,” ajaknya diikuti tepuk tangan peserta kongres.Ia juga mengajak seluruh pendekar di seluruh Indonesia untuk mengawal Pagar Nusa lima tahun ke depan selama kepemimpinannya.

Sementara itu, saat disinggung agenda terdekat, Nabil mengatakan bahwa dirinya akan segera mengadakan rapat formatur untuk menentukan formasi kepengurusan yang baru. Ia juga menegaskan akan segera membuat pelantikan dan akan langsung bekerja. “Karena masih banyak PR yang menunggu kita,” katanya.

"Saya berharap keluarga besar Pagar Nusa bersatu, solid dan bekerjasama untuk mencapai cita-cita bersama. Pagar Nusa berkomitmen untuk mengabdi kepada Kiai dan mengawal NKRI," ungkap Nabil.

Selama ini, para pendekar Pagar Nusa mengawal kesatuan negara, dengan caranya masing-masing. Majelis pendekar Pagar Nusa memiliki ribuan kader khusus yang tersebar di seluruh kawasan di Indonesia.

Ketua Umum Pagar Nusa mengungkapkan pentingnya mengawal kesatuan Indonesia.

"Tantangan terhadap bangsa kita semakin berat, dari radikalisme agama, organisasi transnasional, hingga persoalan geopolitik. Pagar Nusa berkomitmen untuk menjaga Indonesia dari kelompok yang memecah belah bangsa. Pagar Nusa tidak akan tinggal diam, terhadap unsur-unsur yang merusak kedaulatan kita," terang Nabil.

Sebelumnya, M. Nabil Haroen merupakan Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

sumber:nuonline.or.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Salah Ambil Toples

Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.<> Kiai: " Kang, gaweo dewe teh nang dapur mburi !" (Kang, silahkan membikin teh sendiri di dapur belakang). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Setelah teh siap dihidangkan, Tholib membawanya ke ruang tamu. Merasa ada yang kurang di meja lantaran hanya ada beberapa gelas berisi teh, lantas sang Kiai menyuruh Tholib untuk mengambil kue di dapur juga. Kiai: " Kang, nek ono jajanane, jukuken toples nang dapur! " (Kang, kalau ada kue, ambil saja toples di dapur). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Begitu sampai di dapur. Tholib menjumpai sebuah toples di dapur dan langsung mengambilnya, tanpa memastikan isi yang ada di dalamnya. Sembari meletakan toples di meja, tanpa basa-basi Tholib langsung membuk...