Langsung ke konten utama

IPNU-IPPNU Menjadi OKP Teladan Mandiri di Kabupaten Sumenep

Sumenep, santrionline 
Keberadaan sebuah Organisasi di beberapa daerah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan daerahnya. Bisa dibilang organisasi menawarkan solusi kepada pemerintah daerah dalam pembinaan generasi mudanya. Seperti halnya yang dilakukan Oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep saat melaksanakan Latihan Kader Muda (Lakmud, red.) Wilayah Utara bertempat di PP. Nurul Hikmah Dasuk Sumenep, (Sabtu, 05/05/2017).


Sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep dalam sambutannya beliau menuturkan tentang besarnya Peran dan Tanggung jawab kader IPNU-IPPNU Sumenep. 

"IPNU-IPPNU Sumenep sampai saat ini tetap konsisten sebagai wadah kaderisasi dan Perjuangan putra-putri Nahdlatul Ulama dari berbagai tingkatan, pembinaan terhadap para pelajar terus dilakukan hingga ke setiap sekolah hingga pelosok desa di kabupaten sumenep". Ungkapnya.

Selain itu sosok yang akrab  disapa Mas Fauzi ini menambahkan, IPNU-IPPNU berhasil menjadi OKP teladan mandiri di kabupaten sumenep.

"Sebuah Organisasi akan ideal dan berkembang salah satu diantaranya jika bisa memiliki kantor permanen. Karena dengan begitu mereka akan lebih fokus dan maksimal menjalankan setiap programnya serta melatih mereka untuk tumbuh sebagai organisasi yang mandiri. Dan itu sudah dilakukan oleh PC IPNU-IPPNU Sumenep". Tambahnya. 

"Secara pribadi kami sangat berterima kasih terhadap perjuangannya selama ini dalam pembinaan kepada para pelajar, secara tidak langsung IPNU-IPPNU telah ikut serta  membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Sumenep yang lebih baik lagi kedepan, pungkasnya. 

Menanggapi Sambutan Wabup Sumenep terkait Keberadaan IPNU-IPPNU di Kabupaten Sumenep, Ahmad Wasil dalam Sambutannya Menyampaikan Harapan Besar kepada pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep untuk lebih memperhatikan dan Mendukung Programnya dalam membangun generasi Pelajar Sumenep.

"Pemerintah akan dilihat sukses tidak hanya diliaat dari aspek pembangunan ekonominya melainkan harus lebih memperhatikan pembinaan generasi muda demi masa depan sumenep yang lebih baik, oleh karena itu kami mengajak pemerintah daerah untuk kedepannya bisa memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan Para Pelajar dan Santri" sambut ketua PC IPNU Sumenep.

"Pak Wabup ini adalah Figur yang Sangat peduli dengan berbagai Kegiatan Kita, makanya hari ini kita Undang beliau agar bisa mengetahui lebih dekat seperti apa yang dilakukan oleh kita selama ini. Tambahnya. 

Sosok Ketua yang melanjutkan S2 nya ke Surabaya ini juga menjelaskan prihal beratnya tanggung jawab dan perjuangan IPNU IPPNU di kabupaten Sumenep. 

"Tugas kita lebih besar dan lebih berat dari yang lain, karena kita ngurus hingga kepelosok desa dengan jumlah yang tidak sedikit. Dalam 1 tahun saja, Kader kita mencapai ratusan anggota, karena kaderisasi kita tidak hanya di tingkat kampus melainkan dari tingkat sekolah, pesantren, kelurahan, desa, kecamatan hingga kabupaten. Nah inilah yang disebut dengan membangun desa menata kota, pungkasnya. 

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 4 hari 4 malam terhitung sejak tanggal 05-08 Mei 2017 ini turut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (zein/kholis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Salah Ambil Toples

Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.<> Kiai: " Kang, gaweo dewe teh nang dapur mburi !" (Kang, silahkan membikin teh sendiri di dapur belakang). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Setelah teh siap dihidangkan, Tholib membawanya ke ruang tamu. Merasa ada yang kurang di meja lantaran hanya ada beberapa gelas berisi teh, lantas sang Kiai menyuruh Tholib untuk mengambil kue di dapur juga. Kiai: " Kang, nek ono jajanane, jukuken toples nang dapur! " (Kang, kalau ada kue, ambil saja toples di dapur). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Begitu sampai di dapur. Tholib menjumpai sebuah toples di dapur dan langsung mengambilnya, tanpa memastikan isi yang ada di dalamnya. Sembari meletakan toples di meja, tanpa basa-basi Tholib langsung membuk...