Langsung ke konten utama

Pembekalan Pengurus Baru GP Ansor Surabaya

Pembekalan Pengurus Baru GP Ansor Surabaya, Ini Penguatan Visi-Misinya

Santrionline - Surabaya

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Surabaya masa khidmat 2017 - 2021, mengadakan acara halal bi halal sekaligus pembekalan pengurus baru di kantor PCNU Kota Surabaya, Ahad malam (16/07/2017).

HM.Faridz Afif, Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Terpilih menandaskan, pihaknya punya misi menghijaukan (meng-NU-kan) kota Surabaya dengan cara menguatkan kerukunan antar umat beragama, bersinergi dengan Pemkot dan jajarannya, perguruan-perguruan tinggi, dan pengurus-pengurus masjid-musholla, untuk menghadapi kelompok-kelompok yang mengusik NKRI, Pancasila, NU dan ketentraman keberagaman kota Surabaya. "Surabaya adalah kota mercusuar, ibukota propinsi Jawa Timur. Dan kita disini punya 31 PAC dan 150 Ranting. Ini adalah kekuatan yang besar. Kita solidkan internal organisasi. Empat tahun kedepan, kita hijaukan kota Surabaya dengan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah. Jangan takut, kita selalu berada di bentengnya para ulama NU untuk menjaga NKRI", seru Faridz Afif dalam pidatonya.

Sementara, Dr.KH.Ahmad Muhibbin Zuhri, Ketua Tanfidz PCNU Kota Surabaya dalam pembekalan ini mengingatkan, bahwa Surabaya adalah tempat kelahiran NU dan tempat dikobarkannya Resolusi Jihad NU melawan kolonialis, maka da'wah ala NU juga harus digelorakan oleh Ansor Surabaya. Dikatakan Kiai Muhibbin, NU di Surabaya tantangannya sangat besar. Untuk itu, kata Kiai Muhibbin, NU beserta seluruh badan otonom dan lembaganya harus satu langkah. "Ingat, selain Jombang dan daerah lain yang berperan besar untuk NU, Surabaya juga punya Kiai Ridwan Abdullah (pencipta logo NU), ada Kiai Mas Alwi Abdul Aziz (penggagas istilah NU), Kiai Hasan Gipo (ketua Tanfidziyah pertama PBNU), dan tokoh-tokoh lain. NU dibangun awal oleh arek-arek Suroboyo," tutur KH.Muhibbin Zuhri.

Ditambahkan, Kiai Muhibbin, anak-anak muda NU di Surabaya hari ini harus bisa mengembalikan NU supaya lebih semarak. "Untuk mencapai itu semua kita harus perkuat basis tradisi kita melalui 3 M, Masjid, Majelis, Madrasah. Lalu tumbuhkanlah kepedulian kepada semua warga kota Surabaya. Dan mari kita kembangkan da'wah kreatif NU dengan memanfaatkan media modern," papar Kiai Muhibbin yang juga akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Perlu diketahui, acara pembekalan ini merupakan bentuk kepengukuhan pengurus baru PC GP Ansor Surabaya, dengan HM.Faridz Afif yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua di Konfercab GP Ansor Surabaya pada 08/05/2017 lalu.

Di acara ini, Sahabat GP Ansor Surabaya juga mendapat motivasi dari perwakilan Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim dan Pengurus Pusat GP Ansor. Juga hadir para kiai untuk memberi pembekalan, antara lain KH.Mas Sulaiman Nur (Rois Syuriah PCNU Kota Surabaya), KH.Ma'ruf Khozin (Aswaja Center PWNU Jatim), dan Prof.Dr.KH.Ali Maschan Moesa (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya).

(Reporter : Zamroni Fauzan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Salah Ambil Toples

Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.<> Kiai: " Kang, gaweo dewe teh nang dapur mburi !" (Kang, silahkan membikin teh sendiri di dapur belakang). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Setelah teh siap dihidangkan, Tholib membawanya ke ruang tamu. Merasa ada yang kurang di meja lantaran hanya ada beberapa gelas berisi teh, lantas sang Kiai menyuruh Tholib untuk mengambil kue di dapur juga. Kiai: " Kang, nek ono jajanane, jukuken toples nang dapur! " (Kang, kalau ada kue, ambil saja toples di dapur). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Begitu sampai di dapur. Tholib menjumpai sebuah toples di dapur dan langsung mengambilnya, tanpa memastikan isi yang ada di dalamnya. Sembari meletakan toples di meja, tanpa basa-basi Tholib langsung membuk...