Langsung ke konten utama

Postingan

PERESMIAN "TAIWAN MUSLIM ASSOCIATION" DAN "RAPAT KOORDINASI KELUARGA MUSLIM INDONESIA TAIWAN"

PERESMIAN TMA (Taiwan Muslim Association)                  DAN RAPAT KOORDINASI KMIT (Keluarga Muslim Indonesia Taiwan) Rapat koordinasi yang di laksanakan pada hari minggu,24 April 2016, di Masjid AT TAQWA (Taoyuan). Dalam rangka peresmian TMA (Taiwan Muslim Association) yang di hadiri oleh: 1) Ketua dan Wakil ketua (Perwakilan) seluruh Organisasi Muslim Indonesia yang ada di Taiwan 2) Perwakilan KEDUBES (Kedutaan Besar) INDONESIA, TURKI, MALAYSIA, THAILAND dan ARAB. 3) Pemerintah PUSAT Taiwan yang bertugas menangani tentang keagamaan. 4) Seluruh Imam MASJID yang ada di Taiwan . Acara di laksanakan dalam 2 sesi 1. Pengesahan (Peresmian) TMA ( Taiwan Muslim Association ) Untuk sesi pertama ini di laksanakan pada jam 10-12 siang, membahas mengenai pengesahan TMA, yg pusatnya di Masjid At TAqwa Taoyuan, yang di sponsori oleh Bp H. MUHAMMAD YASIN (Wang Chin Lai) Beliau sebagai penggerak berdirinya TMA,dan juga...

Gandeng Bank Mandiri,silakbar PCI NU Hong Kong launching program BPZI pada Harlah NU ke 93.

Gandeng Bank Mandiri,silakbar PCI NU Hong Kong launching program BPZIS pada Harlah NU ke 93.  Hong Kong.Santrionline- Bertempat di Aula Masjid Kowloon, (24/4/16) PCINU Hongkong selenggarakan acara Silakbar yang di isi dengan pembaca'an manaqib dan pengukuhan pengurus ranting PCINU Hong Kong masa khidmat 2016/2017, serta launching program mandiri club BPZIS. Acara  yang di hadiri oleh perwakilan dari  sembilan cabang ranting NU di seluruh Hong Kong, dan perwakilan KMNU Hong Kong, serta beberapa perwakilan majelis ta'lim dan ratusan jamaah berlangsung dengan lancar . Bpk Teguh Subaryanto selaku ketua Rois Syuriah PCINU Hong Kong dalam sambutannya mengenalkan program kerja baru yang di sponsori oleh Bank Mandiri yaitu Santri Ngabdi,1000 Da'i Memakmurkan Negri. "Akan ada dua Ustadz dan dua Ustadzah setiap empat bulan sekali yang sengaja di datangkan dari Indonesia untuk mengisi tausiyah dan acara di Hong Kong juga melayani umat NU di Hong Kong nantinya".Ujar Bpk Teguh...

NGGANDULI SARUNG KYAI

NGGANDULI SARUNG KYAI Oleh : Habib Anis Sholeh Ba’asyin, Pengasuh Suluk Maleman Mbah Madun, sapaan akrab untuk Kyai Muhammadun dari Kajen-Pati, semasa hidupnya -sampai akhir 50an- dikenal dengan tindakan-tindakannya yang sering ‘eksentrik’. Bayangkan, sebagai seorang kyai yang alim dan disegani di daerahnya, hampir tiap malam tanpa segan-segan dia keluar masuk tempat-tempat kumuh dan rawan, tak terkecuali tempat pelacuran. Bahkan, bila punya uang, tanpa malu dia akan mem-booking beberapa pelacur sekaligus. Tentu bukan untuk dilayani, tapi malah melayani: mengajari mereka mengaji atau dasar-dasar agama lainnya. Atau paling tidak -kalau suasananya dianggap tidak tepat- cukup dengan menyuruh mereka beristirahat dan tidak melayani tamu; sehingga minimal malam itu mereka tidak berbuat dosa. Karena penasaran, sahabatnya sesama kyai suatu saat sempat mempertanyakan sikap ‘eksentrik’ Mbah Madun ini: kenapa dia begitu perhatian terhadap kalangan yang dianggap sampah...

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe Jakarta.Santrionline-Beberapa hari terakhir publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mempromosikan Hary Tanoe untuk menjadi presiden. Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi menyangkal bahwa pemberitaan tersebut tidaklah benar. Masduki menjelaskan bahwa sebuah berita harus berimbang dan sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Ia mengatakan bahwa pemberitaan yang melibatkan Kiai Said tersebut adalah tidak utuh dan hanya sepotong-sepotong. “Pembicaraan Ketua Umum (Kiai Said) mesti dimuat secara utuh, harus sesuai dengan prinsip 5W plus 1H,” kata Masduki di kantor NU Online, Selasa, (26/4). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa foto-foto Hary Tanoe yang tersebar di berbagai media sosial tersebut adalah kumpulan dari rangkaian kunjungan Hary Tanoe ke berbagai pesantren, termasuk pesantren Nahdlatul Wathon di NTB dan Pesantren Al Falah di Ko...

"Fatwa Cermai" Perjuangan Kiyai Dalam Melawan Penjajahan Belanda

Tradisi bahstul masa'il di kalangan ulama dan kiai Nusantara ternyata sudah berjalan jauh sebelum Jam'iyyah NU ini berdiri (1926). Meski dalam skala yang lebih kecil dan sederhana, forum semacam musyawarah di antara para kiai untuk memutuskan status hukum suatu masalah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim Nusantara sudah sekian lama ditempuh para kiai kendati tidak membawa nama institusi tertentu. Salah satu fatwa yang sudah lahir jauh sebelum NU terbentuk, tepatnya ketika warga pribumi Nusantara sedang gencar-gencarnya mengalami tekanan dan eksploitasi dari penjajah Belanda tahun 1880-an ialah “Fatwa Ciremai”. Dinamai fatwa Ciremai karena lokasi musyawarah yang melibatkan beberapa kiai Jawa Barat dan Jawa Tengah wilayah pesisir utara tersebut dilaksanakan di puncak Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Mereka yang terlibat mencetuskan fatwa Ciremai ini adalah KH Abdul Jamil (Ayahanda Kiai Abbas Buntet Pesantren, wafat 1919 M), Kiai Shaleh Banda, Kiai Said ...

Habib Muzir Almusawa: Hikmah Membaca Doa Masuk Toilet

عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ :كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ، قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ. (صحيح البخاري) Dari Abdul Aziz bin Shuhaib berkata, kudengar Anas ra berkata : “Bahwa Nabi saw jika masuk ke toilet berdoa : Allahumma inniy Audzubika minal khubtsi walkhaba’its (wahai Allah Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan syaitan dari segala jenisnya)” (shahih Bukhari) adits yang telah kita baca menunjukkan tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika masuk ke dalam toilet, dimana beliau mengucapkan : اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ “ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (gangguan) syaitan laki-laki dan syaitan perempuan” Al Imam Ibn Hajar menjelaskan di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari, bahwa makna dari kalimat الخبث والخبائث adalah syaitan-syaitan jantan dan syaitan-syaitan betina yang menggan...

Kontroversi Pemimpin Nonmuslim, Ini Klarifikasi Pernyataan Kang Said

       Santrionline - Jakarta, Belakangan ini Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) disorot sejumlah pihak soal pernyataannya yang membolehkan umat Islam memilih pemimpin nonmuslim. Pernyataan Kang Said oleh sebagian masyarakat dinilai menyalahi pandangan politik sekelompok masyarakat yang melarang umat Islam mengangkat pemimpin nonmuslim. “Pernyataan Kang Said ini mesti dilihat secara utuh bagaimana pernyataannya terlontar,” kata Wasekjen NU H Masduki Baidlawi (Cak Duki) di Jakarta, Selasa (26/4) malam. Cak Duki menambahkan, pernyataan Kang Said itu bukan dalam rangka mendukung calon pemimpin nonmuslim. Kang Said lebih menekankan aspek kejujuran dan keadilan dalam memilih pemimpin. Karenanya pemimpin nonmuslim yang adil dan jujur dalam konteks khususnya Indonesia masih lebih baik daripada pemimpin muslim yang berbuat aniaya. Pasalnya unsur primer yang dibutuhkan dalam kepemimpinan baik pusat maupun daerah di Indonesia saat ini adalah kejujuran dan keadilan. “...