Langsung ke konten utama

Gandeng Bank Mandiri,silakbar PCI NU Hong Kong launching program BPZI pada Harlah NU ke 93.

Gandeng Bank Mandiri,silakbar PCI NU Hong Kong launching program BPZIS pada Harlah NU ke 93.


 Hong Kong.Santrionline- Bertempat di Aula Masjid Kowloon, (24/4/16) PCINU Hongkong selenggarakan acara Silakbar yang di isi dengan pembaca'an manaqib dan pengukuhan pengurus ranting PCINU Hong Kong masa khidmat 2016/2017, serta launching program mandiri club BPZIS.


Acara  yang di hadiri oleh perwakilan dari  sembilan cabang ranting NU di seluruh Hong Kong, dan perwakilan KMNU Hong Kong, serta beberapa perwakilan majelis ta'lim dan ratusan jamaah berlangsung dengan lancar .


Bpk Teguh Subaryanto selaku ketua Rois Syuriah PCINU Hong Kong dalam sambutannya mengenalkan program kerja baru yang di sponsori oleh Bank Mandiri yaitu Santri Ngabdi,1000 Da'i Memakmurkan Negri.


"Akan ada dua Ustadz dan dua Ustadzah setiap empat bulan sekali yang sengaja di datangkan dari Indonesia untuk mengisi tausiyah dan acara di Hong Kong juga melayani umat NU di Hong Kong nantinya".Ujar Bpk Teguh.


Dalam sambutanya Rois Suriah PCINU Hong Kong juga menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada seluruh warga NU yang tinggal di Hong Kong untuk menjaga kebersamaan antar umat Islam,bersama  sama mensukseskan program program kerja NU Hong Kong  yang telah di susun pasca pemilihan kepengurusan baru.


"Mari kita ikut  mensukseskan program" kerja NU Hong Kong yang telah di susun pasca pemilihan kepengurusan baru. Kita tingkatkan kerja sama yang baik antar seluruh ranting ranting NU Hong Kong. Dan juga kita ikut serta mensuksekan kerjasama antara PCNU Hongkong dengan Bank Mandiri ."Pungkas Bpk Teguh.


Dalam kegiatan yang dihelat di Aula Masjid Kowloon   juga di bacakan SK PBNU tentang Surat Keputusan Pengesahan PCI NU HK masa khidmat 2016/2017 no 54/A.II.04.d/04/2014 oleh Bpk Abdul Razak selaku ketua terpilih PCI NU HK 2016.Dan di lanjutkan pengukuhan  dan do'a oleh Ustadz Abdul Muhaimin Karim .


Ustadz Abdul Muhaimin Karim juga memberikan bekal kepada para ketua ranting NU bagaimana cara menjadi pemimpin dalam berorganisasi.


Reporter :Ika Faelani,Koordinator KMNU Hong 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Salah Ambil Toples

Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.<> Kiai: " Kang, gaweo dewe teh nang dapur mburi !" (Kang, silahkan membikin teh sendiri di dapur belakang). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Setelah teh siap dihidangkan, Tholib membawanya ke ruang tamu. Merasa ada yang kurang di meja lantaran hanya ada beberapa gelas berisi teh, lantas sang Kiai menyuruh Tholib untuk mengambil kue di dapur juga. Kiai: " Kang, nek ono jajanane, jukuken toples nang dapur! " (Kang, kalau ada kue, ambil saja toples di dapur). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Begitu sampai di dapur. Tholib menjumpai sebuah toples di dapur dan langsung mengambilnya, tanpa memastikan isi yang ada di dalamnya. Sembari meletakan toples di meja, tanpa basa-basi Tholib langsung membuk...