Bab ini sebenarnya sedang menerangkan tentang perjalanan ahwal para wali Allah. Dan kita sebagai orang awam turut belajar menerima ridha apa yang dikehendaki Allah Swt. Tidak berarti ridha meninggalkan ikhtiar. Ridha tetap di dalam perjalanan ikhtiar. Misalnya dalam hari ini atau kapanpun, kita diberi oleh Allah sebuah kesulitan dalam mencari rizki. Karena timbul sebab-musabbab orang bisa menerima bukan masalah pribadinya saja, tapi karena ditangisi atau takut disalahkan oleh keluarga terutama istri, ibu anak-anak yang melihat keberadaan para anak-anak dalam segala kekurangannya untuk hari itu khususnya. Protes selalu dilontarkan, bukan karena tidak menerima qadha tetapi karena sebab melihat putra-putrinya yang mana juga belum siap untuk menerima qadha (kehendak) Allah Swt. Bagi seorang suami menitikberatkan, “Alhamdulillah kita mendapat rizki hari ini walaupun kurang, cukuplah asal anak-anak kita tidak kelaparan”, dari hitungan segi materiil. Karena keberadaan mencari sesuatu yang waj...