Langsung ke konten utama

Postingan

Jawaban yang Mengharukan dari Seorang Ustad sekaligus Seorang Suami.

Ga nemu judul ^^ Afwan jiddan agak panjang, Tidak biasanya ana begitu terharu dengan jawaban seorang ustad yang bahkan namanya tidak terkenal sama sekali, ana pun tidak tahu siapa nama ustad tersebut. Ketika ana singgah di salah satu masjid di Jawa Tengah. “Ustad, saya sedih dan kesal. Kami sudah enam bulan menikah dan belum juga dikaruniani anak. Setiap kali saya berkunjung ke rumah orangtua saya selalu saja ditanya sudah isi belum? Apa lagi tetangga saya yang baru menikah dua bulan lalu, sekarang sudah hamil 4 minggu. Ketika saya berkunjung ke rumah mertua pun sama, Beliau mengatakan kapan punya anak? Kadang ditanya juga, kok belum hamil-hamil sih? Kami sudah memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya baik, tapi kenapa belum juga hamil ustad?” tanya seorang wanita muda. “Itu semua kehendak Allah, takdir….” jawab ustad. “Kok jawabannya takdir sih? Serius ustad, saya merasa amat tertekan. Hampir setiap hari ada saja yang menanyakan hal semacam itu...

Kisah Gus Dur dan Shinta Nuriyah Tunda Malam Pertama hingga 3 Tahun

Bercerita tentang sosok Gus Dur memang tidak ada habisnya. Mulai dari saat masih aktif di Nahdlatul Ulama, tatkala menjadi presiden, memimpin partai politik dengan segala sisi-sisi kontoversialnya, konsistensinya dalam memperjuangkan kemanusiaan, hingga kisah cintanya pun rasanya tidak pernah bosan untuk dinikmati. Mungkin rasa candu itu bisa diibaratkan layaknyas egelas kopi hitam yang harus tersedia di pagi hari bagi para penikmatnya.  Membincang kisah romantisme Gus Durdengan Shinta Nurya Dewi ternyata tidak semudah seperti anak muda di zaman ini yang bisa dibeli hanya dengan sekuntum bunga mawar. Bagaimana tidak sulit?Lah wongGus Dur sering ditolak kok sama Bu Sinta. Ah, masa seorang cucu pendiri NU, anak dari Mantan Menteri Agama bisa ditolak cewek? Begini ceritanya, romantisme jalinan cinta ini berawal dari sebuah pesantren di Jombang tempat Shinta Nuriya Dewi menuntut ilmu. Gus Dur muda yang saat itu menjadi guru sudah berani melamar Sinta yang masih berumur 13 tahun. Merasa...

NU Surabaya Sebar Ribuan HewanKurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

Surabaya, Santrionline ~ Warga Nahdlatul Ulama Kota Surabaya diperkirakan  menyalurkan 11 ribu  hewan kurban pada peringatan hari rayaIdul Adha tahun ini. Hewan tersebut terdiri dari 3000 ekor sapi dan 8000 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut disebarkan di 720 masjid dan musholla NU se-Kota Surabaya. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri menyatakan rasa syukur pada tahun ini warga NU Kota Surabaya dengan khidmat dan khusyuk bisa melaksanakan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. "Pada hari ini diperkirakan ada sekitar 2000 ekor lebih sapi dan 8000 ekor kambing yang disembelih di masjid-masjid dibawah naungan pengurus NU baik tingkat ranting hingga tingkat MWC," ujarnya melalui siaran pers yang diterima NU Online (12/9). Sebelumnya, kata dia, NU Kota Surabaya mengimbau kepada masjid-masjid NU di Kota Surabaya yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban agar pembagian daging lebih diutamakan warga Surabaya. Karena masih banyak ...

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Jakarta, Santrionline ~ Sebanyak 200 pelajar SMK Maarif Jakarta beserta dewan guru mengikuti deklarasi pengurus komisariat SMK Maarif Jakarta, Sabtu (10/9) sore. Acara ini dilanjutkan dengan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sampai Ahad (11/9) yang diikuti oleh 28 orang terdiri atas pengurus OSIS dan perwakilan setiap kelas . Tampak hadir Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, pengurus harian IPNU dan IPPNUDKI Jakarta, dan pengurus harian IPNU dan IPPNU Jakarta Barat. Makesta kali ini mengusung tema Membangun Jiwa Enterpreneur Pelajar dalam Menghadapi Era Globalisasi. Deklarasi komisariat ini merupakan bentuk program IPNU dan IPPNU DKI Jakarta dalam kaderisasi. Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Muhadzab mengatakan, IPNU DKI Jakarta memfokuskan ke permasalahan kaderisasi di Ibukota Jakarta. Membentuk komisariat di tingkat Maarif,Pesantren, MAN, bahkan di tingkat SMAN/SMKN se-DKI Jakarta. “Dengan demikian, IPNU DKI Jakarta merumuskan kaderisasi yang diterima oleh pelajar ibukota ini, yaitu Kader...

GP Ansor: Kampus Negeri Harus Bersih dari Dosen Makar

Maraknya anggota dan pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menjadi dosen di beberapa kampus negeri, mendapat sorotan tajam dari Gerakan Pemuda Ansor Pamekasan. Sudah jelas HTI tergolong ormas makar karena tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara, maka ranah pendidikan harus bersih dari pengaruhnya. Ketua GP Ansor Proppo, Pamekasan Moh Elman menegaskan, pihak kampus atau sekolah harus jeli mengangkat dan merekrut calon dosen dan karyawan yang terindikasi makar terhadap negara,. "Karena HTI jelas telah bertentangan dengan negara. Kalimat bubarkan demokrasi yang sering didengungkan oleh merek adalah wujud nyata makar terhadap negara. Tapi meraka tidak sadar kalau selama ini dia menyandang sebagai PNS," tekan Bendahara Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pamekasan tersebut. Dosen negeri dari kalangan HTI, kata Elman, tergolong munafik. Mereka Tidak mau pada negara, tapi uang negara mereka masih doyan. " Sangat tidak etis lah ketika ada dosen yang makar masih diberi ...

MUI Bulukumba Gelar Pelatihan Da’i di Pelosok

Bulukumba, Santrionline ~ Paham radikalisme tumbuh subur jika mubalighnya tidak mendakwahkan nilai-nilai spiritualitas. Paham tersebut berkembang tak hanya di kota-kota besar, tapi juga di pelosok desa di suatu wilayah terpencil karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan hal tersebut. Menyikapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pelatihan Dakwah Mubaligh Desa selama dua hari (10-11/9). Kegiatan yang dihelat di Gedung Pola Pemkab Bulukumba ini bekerja sama dengan Pusat Bimbingan Umat Pesantren Alfatihah. Dalam sambutannya Assisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bulukumba H Andi Amien Mahrus menyampaikan pentingnya peran mubaligh di masyarakat." M ubaligh adalah ujung tombak pembangunan spiritualitas masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa," ujarnya. Mustasyar PCNU Bulukumba ini juga menambahkan jika Pemkab Bulukumba sangat mendukung terselenggaranya kegiatan yang dihadiri Pengurus Lem...

Romantisme Keberkahan Hajar-Ibrahim

Hajar protes. Mengapa suaminya meninggalkan dia dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tak bertuan. Seperti jamaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberi putra. Hajar mengejar Ibrahim, suaminya, dan berteriak :"Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini? Bagaimana kami bisa bertahan hidup?" Ibrahim terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran. Hajar masih terus mengejar sambil menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit," Apakah ini perintah Tuhanmu?" Kali ini Ibrahim, sangkhalilullah, berhenti melangkah. Dunia seolah berhenti berputar. Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim. Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah. Pertanyaan, atau lebih tepatnya gugatan Hajar ...