Langsung ke konten utama

NU Surabaya Sebar Ribuan HewanKurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

Surabaya, Santrionline ~ Warga Nahdlatul Ulama Kota Surabaya diperkirakan  menyalurkan 11 ribu  hewan kurban pada peringatan hari rayaIdul Adha tahun ini. Hewan tersebut terdiri dari 3000 ekor sapi dan 8000 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut disebarkan di 720 masjid dan musholla NU se-Kota Surabaya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri menyatakan rasa syukur pada tahun ini warga NU Kota Surabaya dengan khidmat dan khusyuk bisa melaksanakan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

"Pada hari ini diperkirakan ada sekitar 2000 ekor lebih sapi dan 8000 ekor kambing yang disembelih di masjid-masjid dibawah naungan pengurus NU baik tingkat ranting hingga tingkat MWC," ujarnya melalui siaran pers yang diterima NU Online (12/9).

Sebelumnya, kata dia, NU Kota Surabaya mengimbau kepada masjid-masjid NU di Kota Surabaya yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban agar pembagian daging lebih diutamakan warga Surabaya. Karena masih banyak warga Surabaya yang kurang mampu.

Ia berharap  perayaan  Idul Adha atau Idul Qurban 1437 Hijriyah menjadi momen penting dalam penanaman karakter religius dan kepedulian terhadap sesama  untuk mencapai masyarakat kota Surabaya yang"rahmatan lil alamin".

"Salah satu ciri dari masyarakat rahmatan lil alamin adalah terciptanya karakter religius dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu Idul Adha harus dijadikan semangat untuk membentuk karakter tersebut. NU akan berusaha mewujudkan hal tersebut di tengah-tengah masyarakat urban Kota Surabaya," ujarnya.

Sementara itu,  Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pabean Cantian didukung Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Surabaya menyalurkan daginghewan kurban di sekitar wilayah Surabaya Utara.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Pabean Cantian Kota Surabaya Rouyanul Amin menjelaskan pihakya melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang di pusatkan di Masjid Darussalam Keluraha Perak Timur Surabaya.

"MWCNU Pabean Cantian, bersama Muslimat, jamaah Masjid Darussalam serta didukung oleh Lazisnu Kota Surabaya, Alhamdulillah bisa melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 kambing. Semoga tahun ke depannya tetap istiqamah dan jumlah hewan yang dikurbankan pun semakin banyak" ujarnya, usai melakukan penyembelihan hewan kurban, di Masjid Darussalam Senin (12/9).

Ia berharap dengan semangat berkurban bisa meningkatkan taqwa dan memberi  terhadap sesama."Karena sesungguhnya esensi dari berkurban yaitu semangat untuk memberi terhadap sesama, " tambahnya.

(NU Online/ Irma Andriyana)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Salah Ambil Toples

Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.<> Kiai: " Kang, gaweo dewe teh nang dapur mburi !" (Kang, silahkan membikin teh sendiri di dapur belakang). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Setelah teh siap dihidangkan, Tholib membawanya ke ruang tamu. Merasa ada yang kurang di meja lantaran hanya ada beberapa gelas berisi teh, lantas sang Kiai menyuruh Tholib untuk mengambil kue di dapur juga. Kiai: " Kang, nek ono jajanane, jukuken toples nang dapur! " (Kang, kalau ada kue, ambil saja toples di dapur). Tholib: " Njeh yai ." (Iya kiai). Begitu sampai di dapur. Tholib menjumpai sebuah toples di dapur dan langsung mengambilnya, tanpa memastikan isi yang ada di dalamnya. Sembari meletakan toples di meja, tanpa basa-basi Tholib langsung membuk...