Langsung ke konten utama

Jangan sampai Generasi NU enggak tahu lagu Ya Lal Wathan, Yuk download di sini

Download Lagu Ya Lal Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah KLIK >>  # Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional #

 


Jombang, SANTRIONLINE

"Kini dalam proses penyelesaian oleh tim sebelum nanti ditetapkan jelang peringatan hari pahlawan, 10 November 2016," ujar Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah saat menghadiri Haul pendiri , penggerak NU, KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/8) malam.

Mensos menambahkan, lagu Cinta Tanah Air yang diciptakan KH Wahab Chasbullah ini menurutnya layak untuk menjadi salah satu lagu nasional. Karena menggelorakan semangat cinta tanah air yang sangat luar biasa. (Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

"Kita tahu lagu-lagu nasional sejak lama tidak ada perubahan, sejak saya duduk di SD lagu-lagu nasional tidak ada perubahan. Ketika lagu ini saya perdengarkan ke tim yang sudah menggodok ternyata layak untuk dijadikan lagu nasional," imbuh Khofifah yang datang bersama pejabat Direktorat Jenderal Kepahlawanan dari Kementerian Sosial.

Menurutnya, untuk dapat menjadi lagu perjuangan nasional, maka ada sejumlah syarat yang harus dilalui, di antaranya aransemen. "Kami telah menyiapkan aransemen dan partitur lagu tersebut," kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Demikian pula syair lagu yang awalnya berbahasa Arab, maka harus digubah ke bahasa Indonesia. "Karena kalau tetap berbahasa Arab, kami khawatir ini dikira lagunya ISIS. Itu kan bahaya," katanya disambut tawa hadirin.


Persyaratan lain yang mesti dilalui dalam penetapan ini adalah izin dari pihak keluarga. Jika direstui untuk diubah, kata Khofifah, maka lagu Ya Ahlal Wathon akan menjadi salah satu dari 6 lagu yang sekarang dalam penyelesaian oleh tim.

“Saat ini sudah ada 5 lagu, jika disetujui pihak keluarga maka akan ada 6 lagu nasional. Salah satunya lagu Ya Ahlal Wathan," kata Menteri yang dikenal dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahidini.
Lagu Ya Ahlal Wathan diciptakan Mbah Wahab sekitar tahun 1916, saat aktif dalam dunia pergerakan kebangsaan di Surabaya. Lagu ini selalu dinyanyikan siswa atau santri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya.

Khofifah pun mengatakan, sebelumnya sudah meminta elemen yang ada di NU agar selalu menyanyikan lagu ini saat mengadakan acara. Seperti acara diklat, seminar, maupun lainnya. "PMII, Fatayat, Muslimat sudah kami minta menyanyikan lagu ini saat acara," katanya.

Haul Mbah Wahab kali ini mengambil tema mengukuhkan hubbul wathan minal iman. Tampak hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pejabat yang lain. (Muslim Abdurrahman/Ibnu Nawawi/Mahbib)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Sejarah Pon Pes Attauhidiyyah Tegal

Pondok Pesantren Attauhidiyyah yang terletak di Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di ketinggian, tepatnya di bawah kaki Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan wisata Guci, bertemperatur udara yang cukup dingin. Untuk menuju lokasi pesantren tersebut, kita harus melalui jalan yang menanjak, berkelok, melintasi ladang tebu, persawahan, dan pepohonan yang rindang. Bulan juni kemaren Ponpes Attauhidiyyah dipilih sebagai tempat kegiatan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se – Indonesia ke V, sejak 7-10 Juni 2015. Melihat fisik bangunan Ponpes yang dipimpin oleh KH. Ahmad Saidi, terlihat pembangunannya yang sedang dalam proses penyelesaian, terutama asrama santri dan masjid. Pondok Pesantren At Tauhidiyah didirikan terbilang ponpes tertua di Tegal. Pon Pes Attauhidiyyah Didirikan oleh KH. Armia pada tahun 1880, di desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Cikura yang konon awalnya bernama desa Pemulia...