Langsung ke konten utama

Ini Alasan Kenapa Sedekah di Bulan Ramadhan Sangat Dianjurkan


Santrionline - Assalamu ’alaikum wr. wb.
Pak ustadz yang terhormat. Saya mau menanyakan alasan kenapa bersedekah di bulan Ramadhan itu lebih dianjurkan dan lebih utama dibanding dengan bulan lainnya. Padahal bersedekah bisa dilakukan pada bulan apa saja. Saya mohon penjelasannya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. Taufikurrahman. (Jakarta) 

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada bulan Ramadhan kita dianjurkan memperbanyak sedekah dibanding dengan bulan lain. Dalam sebuah sebuah hadits riwayat Anas RA dikatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama? Jawaban yang dikemukakan Beliau SAW adalah sedekah pada bulan Ramadhan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ (رواه البيهقي)

Artinya, “Dari Anas RA ia berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya apakah sedekah yang paling utama? Beliau pun menjawab, ‘Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan,’” (HR Al-Baihaqi).

Atas dasar hadits ini para ulama dari kalangan Madzhab Syafi’i dengan tegas menyatakam bahwa berbuat dermawan atau bersedakah di bulan Ramadhan itu sangat dianjurkan (mustahabbun). Sebab, bulan puasa adalah bulan yang mulia dan kebaikan di dalamnya tentu lebih utama.

Bahkan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan kita dianjurkan meningkatkan sedekah atau kedermawanan karena mengacu pada praktik yang dijalankan Rasulullah SAW dan para ulama salaf. Di samping itu juga pada saat itu orang-orang tersibukan dengan puasanya dan berusaha menambah intensitas ibadahnya dibandingkan dengan usaha mencari nafkah untuk kehidupannya sehingga mereka perlu untuk dibantu.

قَالَ أَصْحَابُنَا وَالْجُودُ وَالْاِفْضَالُ مُسْتَحَبٌّ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَفِى الْعَشْرِ الْاَوَاخِرِ أَفْضَلُ اِقْتِدًاء بِرَسُولِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِالسَّلَفِ وَلِاَنَّهُ شَهْرٌ شَرِيفٌ فَالْحَسَنَةُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ غَيْرِهِ وَلِاَنَّ النَّاسَ يَشْتَغِلُونَ فِيهِ بِصِيَامِهِمْ وَزِيَاَدةِ طَاعَاتِهِمْ عَنِ الْمَكَاسِبِ فَيَحْتَاجُونَ اِلَي الْمُوَاسَاةِ وِاِعَانَتِهِمْ

Artinya, “Para ulama dari kalangan kami (Madzhab Syafi’i) mengatakan bahwa bersikap dermawan itu sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Pada sepuluh terkahir dari bulan Ramadhan lebih utama karena mengikuti praktik yang dijalankan Rasulullah SAW dan para ulama salaf. Sebab, bulan puasa adalah bulan yang mulia karenanya kebaikan di dalamnya lebih utama dibanding bulan lain. Karena orang-orang terkonsentrasikan dengan puasa dan menambah intensitas ibadahnya dibanding dengan intensitas mencari nafkah untuk kehidupannya sehingga mereka membutuhkan uluran tangan dan bantuan,” (Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, Kairo-Dar Al-Hadits, 1421 H/2010 M, juz VII, halaman 576).

Berangkat dari penjelasan singkat di atas maka tampak jelas kenapa bersedekah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan. Ramadhan adalah bulan mulia dan kebaikan di dalamnya tentu lebih utama di banding bulan lain. Bahkan di sepuluh akhir bulan Ramadhan lebih dianjurkan lagi dengan alasan sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi di atas.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Perbayakan sedekah di bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan mulia sehingga kebaikan di dalamnya lebih utama dibanding bulan lainnya. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum wr. wb.


(NUonline/ Irma Andriyana)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum-Hukum Seputar Tunangan dalam Islam

Oleh: Moh Nasirul Haq, Santrionline - "Duhai para pemuda barang siapa diantara kalian mampu membayar Mahar  maka menikahlah. karena sesungguhnya Hal itu lebih menjaga Pandangan    dan Kemaluan." (Al Hadits) Menikah merupakan sunnah nabi yang banyak didambakan oleh setiap orang. Sebab pahala orang yang menikah akan dilipat gandakan pada setiap ibadahnya. Nah, biasanya Setiap orang yang akan menikah terlebih dahulu melalui prosesi "khitbah" (pertunangan). Berikut ini merupakan beberapa hal dalam hukum islam berkaitan dengan tunangan yang saya baca dari buku karya DR Ali Ahmad Al Qulaisy Yaman. Pertanyaan    :  Apakah tunangan itu? Jawab        : Epistimologi tunangan "yaitu suatu proses dimana seorang pria mengajukan permohonan kepada pihak wanita yang di dambakan untuk menjadi calon istrinya kelak. Permohonan ini diutarakan pada si wanita ataupun keluarganya." Terkadang yang bersangkutan meminta sendiri atau juga ...

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah. Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saatbulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta be...

Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso Kediri

Letak Pondok Pesantren Al Falah, di desa Ploso kecamatan Mojo, Al falah di kelilingi sungai brantas yang paling terbesar di kediri, bangunan Pondok Pesantren Al falah didirikan pada pertengahan tahun 1924 oleh Al Mukharom KH.Dzajuli Usman , permulaan beliau memiliki santri sekitar 10 orang masih menggunakan metode kono (sorogan) dengan memanfaatkan serambi masjid, dengan semakin banyaknya santri yang menimba ilmu dari beliau akhirnya di bangunlah gedung madrasah di awal tahun 1925. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A. Djazuli membengkak menjadi 100 orang. Sebuah kenaiban pun, ia pakai sebagai tempat belajar. Cuma yang menjadi persoalan, seiring dengan semakin bertambahnya santri, fasilitas kenaiban tersebut tak bisa lama-lama ia pakai sebagai tempat belajar para santri. Aparat kantor kenaiban sering terganggu dengan aktifitas para santri. Untuk itu, pada tahun 1939 beliau segera membangun asrama santri yang sekarang bernama komplek A, sebuah asrama berlantai dua yang dilengka...